Berburu rumah hantu

Halloween itu kan perayaan yang penting banget di Amerika. Katanya people go all-out dandan buat Halloween, ataupun menghias rumahnya biar jadi rumah hantu. Nah, Mikko punya ide untuk bikin liputan singkat soal ini. Gue diajak jadi kamen rider, eh…kameramen yang terus ternyata gagal total.

Gue tanya kan ke Mikko, suami mau masuk kamera apa kagak? “Kagak” jawab doi. Trus dia suruh gue pegang kamera yang udah dia set. Lha tapi terus pas interview, Mikko keliatan setengah badan. Tapi gue juga takut gerakin kamera yang udah doi set. Hasilnya doi keliatan di kamera dengan kepala setengah terpotong. Mikko jadi kesel sama gue. Gue juga kesel karena gue kan tukang pidio amatir dengan instruksi yang juga sangat minim. Wajar dong kalo gue bikin salah. Seperti biasa, suami istri ini berantem lagi.

Begitulah bagian paling horor dari Halloween kami.

Tapi hari ini kami sempet mengunjungi 3 rumah hantu yang ada dalam daftar rumah hantu paling terkenal di North Jersey.

Rumah yang pertama lokasinya di kota sebelah. Di Clifton. Dan kami udah beberapa kali melewati rumah ini. Seluruh pekarangannya dihias dengan puluhan patung-patung serem. Termasuk kepala tengkorak bergelantungan, laba-laba nemplok di pohon dan cacing-cacingan melayang di udara.

IMG_20191025_100126.jpg

IMG_20191025_100206.jpg

Ada juga props yang bikin geli seperti toples dengan tangan kepotong darah berceceran, dsb. Meriah banget lah halamannya. Tapi sayangnya kita gak berhasil ketemu sama dokter gigi si empunya rumah. Udah ngebel tapi gak ada yang jawab jadi kita lanjut ke rumah kedua di Wayne.

00100lPORTRAIT_00100_BURST20191025101421960_COVER.jpg

00100lPORTRAIT_00100_BURST20191025100956905_COVER.jpg

IMG_20191025_101740.jpg

IMG_20191025_101701.jpg

Rumah kedua suasananya beda. Gak nyeremin. Hiasan Halloweennya didominasi sama patung balon-balonan. Biarpun tokohnya serem-serem kaya Frankesntein, Jack-O Lantern, dll tapi rada kiyut karena muncul dalam bentuk kartun. Creatornya bilang dia memang sengaja bikin hiasan kid friendly biar anak kecil gak pada takut. Tujuan doi memang mau bikin orang-orang senang.

IMG_20191025_112047.jpg

IMG_20191025_112420.jpg

Sayang aja kita telat datang satu hari karena dia baru aja mencopot sebagian hiasan Halloweennya kemarin. Tadinya dia pasang 218 patung-patungan balon di depan rumahnya. Tapi beberapa patung yang melewati batas propertinya harus dicopot atas perintah walikota. Sekarang ada sekitar seratusan patung yang terpasang di halamannya. Mungkin akan dia tambah lagi besok-besok.

Kenapa sih masang-masang beginian? Mikko bertanya. “Ya karena seneng aja. Gue suka banget Halloween” Dia udah mulai masang-masangin hiasan Halloween ini dari pertengahan Agustus, gaeees. Makan waktu banget ternyata untuk menegakkan balon-balonan sebesar megaloman ini. Et dah, udah capek pasang 218 biji malah lantas disuruh copot sama walikota.

Di tanggal 31 Oktober dia juga bakal pakai kostum dengan penuh niat. Dia pernah jadi Chucky, jadi Sadako berikut TVnya, dan tahun ini dia bakal jadi…errrr….gue gak tau namanya tapi tadi dia kasih liat fotonya sih serem banget. Tapi sungguh bapak ini baik hati, kalau ada anak kecil, dia rela buka topengnya biar gak nyeremin.

Setiap tahunnya dia siapin 1500 kantong permen untuk dibagikan ke anak-anak yang trick-or-treat-ing di malam Halloween. SERIBU LIMA RATUS!!!!! Dia juga memperkirakan ada sekitar 15 ribu orang yang datang untuk melihat hiasan Halloweennya setiap tahun. Tadi aja ada beberapa mobil yang berhenti dan terus foto-foto di pekarangannya. Ya termasuk gue dan Mikko inilah.

Entah berapa uang yang dia habiskan untuk Halloween ini. Beli 1500 kantong permen pastinya juga gak murah. Tapi doi gak mau nyebut angka karena katanya sih, dia sendiri gak tau dan gak mau tau. Setiap ada tagihan dateng, dia suruh orang lain yang bikin pembayarannya tanpa dia harus liat. Tapi untuk listrik aja, setidaknya dia keluar 500 dolar sebulan. Gilingan padi!!!!

Setelah Halloween berakhir, dia harus membersihkan semua hiasan Halloweenya ini. Ngempesin balon satu-satu, dilipat, dimasukin gudang, yang prosesnya bisa makan beberapa hari. Dan setelah semua beres, dia langsung lanjut pasang hiasan natal. Hiasan natalnya juga bakal heboooooowwwh kek kambing Olympic. Buat doi, Halloween dan Natal sungguhlah highlight of the year.

00100lPORTRAIT_00100_BURST20191025112304446_COVER.jpg

Kunjungan favorit gue ternyata dari rumah terakhir. Rumahnya yang paling kecil, halamannya juga paling kecil tapi penuuuh sama zombi-zombian. Dibanding rumah pertama yang juga dipenuhi sama zombi dan tengkorak, hiasan Halloween di rumah terakhir ini keliatan lebih rapih dan berseni.

IMG_20191025_141816.jpg

IMG_20191025_141750.jpg

Tiba-tiba ada muncul satu zombi di depan gue. Edededeeeh, gue kaget. Takut banget liatnya, sampe bilang ke Mikko gue gak mau ikut.

Rupanya itu si empunya rumah. Berdandan sebagai zombi dengan kepala berdarah-darah. Di tangan kirinya gendong boneka Chucky, tangan kanannya pegang koper. Katanya dia lagi cari tumpangan ke California tapi dia kesel dari tadi gak ada mobil yang mau berhenti.

Ini orang otaknya geser apa gimana? Gue jadi makin waspada.

IMG_20191025_134006.jpg

Trus dia tunjukkin kalau di halamannya itu lagi ada kondangan. Ada dua zombi yang lagi menikah. Itu bapaknya penganten perempuan, ini penganten lakinya. Ini keluarganya.

Makin-makin gue yakin ini orang emang kurang dua ons. Apalagi pas di wawancara doi tetep gak mau buka topengnya.

IMG_20191025_134023.jpg

Untunglah semuanya itu cum ekting karna gak lama dia buka juga topeng zombinya. Pak Antonio ini ternyata manusia biasa kok. Punggungnya kagak bolong, kaki juga napak tanah. Asalnya dari Portugal, negara yang punya banyak karnaval. Jaman dia masih tinggal di Portugal, dia suka sekali ikut karnaval bareng temen-temennya. Mereka bakal dandan abis-abisan dan nakut-nakutin orang di jalan. Tapi di Portugal memang orang cinta karnaval dan orang pun cuma pura-pura takut dikejer zombi palsu.

Kalau di Amerika ini dia harus lebih hati-hati, katanya. Banyak orang yang gak mengerti kenapa dia bisa seniat itu pasang hiasan Halloween. Atau dandan aneh-aneh setiap hari dan terus berdiri di pinggir jalan. Gak sedikit orang yang lewat depan rumahnya sambil teriak “Freak”, “Crazy”, “Weirdo” dan lain-lainnya. Tapi dia juga tau banyak yang suka sama aksi anehnya itu jadi dia reguler menghias rumahnya selama 14 tahun terakhir untuk menyambut Halloween. Dia kerja keras tiap tahun ya demi bulan Oktober ini. Dimana dia bisa pasang zombi-zombian di halaman dan bisa pakai kostum aneh-aneh setiap hari.

IMG_20191025_135211.jpg

IMG_20191025_140411.jpg

IMG_20191025_140048.jpg

Dia juga gak mau kasih tau berapa banyak uang yang udah dia keluarkan untuk rumah hantunya tersebut. Kalau saya sebut nanti saya dapat surat cerai dari istri. Begitu kata doi. Tapi kita taulah, pasti mahal amat biaya bikin patung zombi beratus-ratus begitu. Belum lagi lampu-lampuan yang dia juga pasang untuk bikin suasana merinding di malam hari.

Dan patung zombinya itu dia bikin sendiri loh. From scratch. Dari kayu-kayuan yang terus dia tutupi dengan bebajuan dan topeng serem. Tiap tahun dia pasang dan dia hancurkan lagi patung-patungnya ini karena tiap tahun juga dia bikin patung-patungan baru, cerita-cerita baru.

Yoi! Tiap patung ada ceritanya. Ada Zombi yang lagi kawin. Ada Zombi yang abis berantem trus kepalanya copot, jadi dia ambil kaki musuhnya buat pengganti kepala. Jadilah Zombi berkepala kaki. Ada juga kuda betina yang lagi cari kuda jantan buat dikawinin. Kita gak cukup lama wawancara doi untuk tau semua cerita patung-patungnya.

IMG_20191025_140937.jpg

00100lPORTRAIT_00100_BURST20191025140259298_COVER.jpg

00100lPORTRAIT_00100_BURST20191025140236357_COVER.jpg

Antonionya sendiri juga suka gonta-ganti kostum. Kadang-kadang dia jadi vampire, kadang jadi zombi yang meringkuk di peti mati. Dan dia suka banget nakut-nakutin orang. Kadang-ladang dia berdiri diam bagai patung di halamannya. Menyamar jadi patung sampai nanti ada orang dateng foto-foto dan dia akan tiba-tiba bergerak. Bayanginnya aja gue stress toloooong.

Pernah juga dia lari-larian mengejar pengunjung. Umumnya orang tau kalau dia main-main aja. Orang-orang yang masuk ke pekarangannya biasanya memang udah siap untuk bermain hantu-hantuan. Tapi pernah dia mengejar dua cewek yang rupayanya takut beneran sampai terkencing di celana. Nah, nasib gue pasti begini nih. Ketakutan sampai ngompol kalo dikejer zombi.

00100lPORTRAIT_00100_BURST20191025140310594_COVER.jpg

IMG_20191025_141715.jpg

Biarpun perayaan Halloween sangat digemari di Amerika tapi buat all-out begitu ternyata ada masalahnya juga, menurut Antonio.

Dia nerima banyak keluhan dari orang-orang yang keberatan dengan lalu lintas yang rada macet di depan rumahnya. Gak heran dong ya, pastinya banyak mobil berjalan pelan biar bisa melihat rumah hantunya yang fantastis itu, tapi jadi banyak yang sebel karena merasa tertahan lalu lintas di depan rumah Antonio. Belum lagi jalan yang jadi penuh karena banyak mobil parkir. Di malam Halloween panjang parkirannya bisa lebih dari satu mil.

Antonio juga tau kalau sesama rekan pecinta Halloweennya pun pernah dapat masalah. Rumah yang di Clifton itu misalnya, pernah dapat tuntutan dari masyarakat sekitar karena dianggap bikin macet. Pernah satu tahun rumah itu dapat larangan pasang hiasan Halloween. Untungnya lebih banyak lagi yang suka sama rumah hantu Pak Dokter, ada lebih dari 2000 orang menelpon ke kantor walikota menuntut pencabutan larangan untuk Pak Dokter. Tahun berikutnya rumah beliau kembali dihiasi dengan mahluk-mahluk menyeramkan.

Antonio juga pernah kesel sama teriakan-teriakan mengejek yang dia terima. Suatu hari beberapa tahun yang lalu, dia memutuskan untuk mencopot patung-patungnya dua minggu sebelum Halloween. Setelahnya ada banyak protes yang dia terima. Protes kenapa rumah hantunya menghilang? Itu kan kebanggaan para tetangga. Ada lebih banyak yang rindu sama rumah hantunya ketimbang yang gak suka ternyata.

“The problem is,” kata Antonio “people only say out loud the negative things but no words when you like something”

Doi gak bakal tau kalau ada banyak yang suka sama kreativitasnya kalau dia gak coba-coba menghilangkan rumah hantunya. Tapi Antonio selalu ingat kalau di Amerika dia harus selalu berhati-hati, harus know the limit, jangan sampai bikin orang terlalu takut, jangan bikin hiasan yang terlalu aneh, dllnya. Amerika belum segila Portugal untuk soal dandanan aneh-anehan. Padahal mah, buat gue dan Mikko, tiga rumah hantu yang kami liat tadi itu udah fantastis banget. Di Indonesia mungkin masih bisa ketemu orang dandan jadi kunti atau pocong yang juga asliiii bikin takut. Tapi kalo di Finlandia sih mana adaaaaa…..

4 comments

  1. Kayaknya walau siang bolong aku bakalan gak mau lewat rumah kek gitu hauahah. Terbawa mimpiiiiiii

  2. Serem amat yang Antonioooo. Liat di IG Story mba rika aja aku skip skip hahaha. Niat banget yaaa. Bisa jadi motivasi tuh: kerja sampai bisa bikin dekor hallowen maksimal tanpa mikirin biayanya 🤣

  3. Ampun, ini mah lewat siang aja ga berani apalagi malem…. auto mimpi buruk setelahnya…..:))

  4. Saya sudah siap ketakutan baca postingan ini…. terus ujung2nya ngekek liat foto-fotonya yang caur banget 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: