#rikadiamerika: kesan dan pesan rika tentang amerika

Atau lebih tepatnya North Jersey aja sih, karena gue kan baru beredar di Montclair dan sekitarannya sementara Amerika itu buesaaaar dan banyak sekali keragamannya.

1. Cantik

Gue selalu mengingat Amerika sebagai negara maju. Kalau menurut RPUL, negara adidaya. Tapi kata cantik biasanya gue asosiasikan untuk Eropa. Jadi seneng banget waktu sampai sini liat yang cantik-cantik. Apalagi daerah perumahannya. Rumah-rumahnya cantik kaya di buku dongeng. Sampai suka mikir itu arsiteknya pada dapet inspirasi darimana sih? Terus, segala macem supermarket, kafe, restoran, pasar dan lain-lainnya juga penuh dengan estetika. Segalanya sedap dipandang. Mataku bahagia di sini.

a1c1a1a36c9e4ff8adcb958c4276f28d-articlelarge

vcmontclairblog

2. Hijau

New Jersey ternyata punya julukan The Garden State. Pantes aja daerahnya hijau dan banyak pohon. Padahal gue akarab dengan julukan Finlandia si negara biru hijau, alias banyak danaunya dan banyak pohonnya. Adakah tempat lain yang lebih hijau dari Finlabdia? Ternyata ada! New Jersey malah terlihat lebih hijau, paling gak di mata gue. Finlandia memang banyak pohon dan hutannya, tapi vegetasinya didominasi sama pinus dan pohon-pohon yang cenderung kecil, kurus, dengan daun yang gak terlalu rimbun.

Di New Jersey sini pohonnya besar, tinggi, dan rimbun royo-royo. Gue sampai terperangah. Kok bisa di negara empat musim ada pohon sebesar ini? Macam di hutan tropis aja. Seumur-umur di Eropa belum pernah liat pohon besar-besar seperti di sini.

IMG_20190913_164014.jpg

4. Finlandia ternyata sangat maju

Namanya negara barat ya, biasa identik dengan kemajuannya. Apalagi kan Amerika negara adidaya. Biarpun sesama negara Barat tapi rupanya Finlandia jauh lebih advanced. Healthcare systemnya, public transport, sekolah, birokrasi, admin, recycling, komunikasi, penggunaan internet dan masih banyak lagi. Hal-hal yang setelah 10 tahun tinggal di sana jadi suka gue take it for granted dan sekarang gue apresiasi kembali. Seriusan, amazing banget loh kemajuan yang ada di Finlandia (dan negara Nordik lainnya). Hebat banget sih mereka.

5. Tapi soal belanja mah Amerika seng ada lawan

Emang Amerika surga belanja ya. Discount shopsnya buanyak banget. Marshalls, TJ Maxx, HomeGoods, dan sebangsanya. Belum lagi online shoppingnya! Banyak yang nawarin free ongkir dan sampai di rumah dalam sehari dua hari. Lucu banget dulu gue sabar-sabar aja nunggu paket amazon selama 2 minggu . Sekarang nunggu 2 hari aja rasanya lama bener. Dan barang juga dikirim ke depan pintu rumah! Gak kaya di Finlandia yang harus capek dulu jemput paket di kantor pos.

Walaupun sih, harus hati-hati banget sama godaan belanja ini. Gak baek buat dompet, gak baek juga buat lingkungan. Sampah packaging online shopping tuh OMG banyak banget!!!!

6. Perabot kayu-kayuan

Mungkin karena di sini banyak pohon, jadi perabotnya juga banyak yang dari solid wood. Harganya gak murah tapi masih bisa dijangkau untuk kualitas solid wood. SOLID WOOD loh ini! Benda yang gak banyak ditemui di toko perabot Finlandia. Kalopun ada harganya pake jual ginjal.

Dan orang Amerika juga suka perabot dengan warna kayu-kayuan. Coklat, coklat tua, coklat marun dan segala macam gradasi coklat lainnya, Gue sampai bingung dateng ke IKEA perabotnya kok coklat-coklat semua? Malah gue pernah kesulitan cari produk contoh dalam warna putih. Beda banget sama di Finlandia yang semuanya putih-putih melati.

Bisa dipahami sih ya. Di Finlandia rumahnya kecil-kecil, jadi perabotannya dibikin kecil, rendah, dengan warna-warna netral terang biar rumah terlihat luas.

Di sini umumnya rumah berukuran besar, cocok di isi dengan perabotan gelap, kokoh dan besar.

855992-v3-ruokailutila

cast-trestle-dining-table-c

7. Dimana rak pengeringku?

Gue kangen dapur putih-putih ala Finlandia karena pada umumnya dapur di sini juga didominasi warna coklat. Dan sumpah gue kangen banget sama integrated drying rack dan bread cutting board seperti di dapur Keravaku. Basically, I miss the integrated everything ala dapur Nordic.

Sebenernya gue rada heran karena dapur-dapur yang gue liat di sini umumnya pakai stand-alone kompor dan oven. Padahal yang gue liat dapurnya masih baru dengan kabinet yang masih bau cet. Kenapa gak sekalian bikin integrated kompor, oven dan microwavenya? Kalo perlu sekalian integrated dishwasher dan kulkas juga. Gue rada obses sama keseragaman agaknya, hahahahahhahaha.

But seriously wahai dunia, dapur dengan integrated drying rack over the sink itu membantu banget banget!

55449

beautiful-wood-bathroom-remodel-in-boston

8. Hampir Oktober dan masih hangat

INI SUNGGUH SUMBER KEBAHAGIAANKU!

Temen-temen di Helsinki udah pada berjaket. Langit di sana juga udah mulai kelabu. Tapi di sini gue masih bermandikan matahari, cuacanya masih panas di atas 20 derajat. Masih bisa bercelana pendek.

Sungguh gue suka negara 4 musim. Selalu ada yang gue suka di tiap-tiap musimnya. Tapi hidup di Finlandia kadang gak berasa normal. Dinginnya hampir setiap saat dan langit gelap musim dinginnya bikin gue depresi. Di New Jersey hidup terasa normal.

9. Oh, segala macam pilihan yang ada di toko

Pertama kali sampai di Finlandia 10 tahun yang lalu, gue kaget sama minimnya pilihan belanja di supermarket. Gue yang terbiasa masak makanan asia jadi susah mikirin menu. Banyak banget barang yang gak bisa ditemui. Termasuk juga kebutuhan baking, pilihannya minim.

Tapi di Amerika tentu beda. Supermarketnya segala aya. Di sini gue bisa ketemu sama sea food seger. Mulai dari udang, lobster dan ikan-ikanan gampang ditemui. Aku langsung say bhay sama tilapia frozen dari toko asia karena ikan seger jauuuuh lebih enak. Scallop dan bahkan oyster juga ada loh di supermarket.

Pernak-pernik baking? Lengkaaaaap. Amerika sih juara bikin kue ya. Segala macam printilannya ada di sini. Buah-buahan? Ada juga! Dari yang standar macam apel dan pir, sampai buah tropis macam pepaya juga ada. Malah di toko Asia ramai sama leci, durian, lengkeng dan rambutan.

Yang saat ini rada susah gue temui cuma CABE! Oh Why??? Cabe itu kan udah kaya oksigen buat gue. Harus selalu ada.

Cabe merah asia udah banyak tersedia di supermarket Finlandia tapi di Amerika ramainya sama cabe-cabean Mexico seperti jalapeno, habanero dan temen-temennya. Gak cucok buat sambel terasi.

10. Sayur dan buah mahal tapi daging murah.

Ini rada bikin kaget karena harga sayur dan buah di Finlandia kan juga gak murah, tapi di Amerika ternyata bisa lebih mahal lagi. Ini hasil observasi gue setelah belanja di Whole Foods, Acme dan ShopRite. Di ShopRite suka ada promo beli banyak biar harganya lebih murah. Misalnya harga timun sebiji 1,99USD, kalo beli 10 jadi total 10USD. YA MASAK GUE BELI TIMUN SEPULUH BIJIK, MALIH???? Sepertinya, grocery shopping disini memang diarahkan untuk partai besar.

Oiya, harga cabe di toko asia sini juga lebih mahal daripada di Finlandia. Hiks!

11. Kehidupan pengangguran

Kita baru aja bergabung sama YMCA dan ow mai god! Liat skedul hariannya bikin gue girang. Segala macem kelas tersedia dari pagi sampai malam. Zumbanya malah ada setiap hari! Begitu juga acara-acara di perpus, dan tempat-tempat lainnya, sang-siang tetap ramai.

Sesungguhnya ini tambah mengukuhkan kenyataan hidup pengangguranku. Berkegiatan di jam kerja.

Di Finlandia siang-siang hari kerja segala banyak tempat sepi mati suri. Apalagi gym-nya. Tapi di sini beda. Kehidupan ibu rumah tangga lebih diterima di sini, makanya banyak acara yang ditujukan untuk stay at home parents.

12. Zumbanya lebih seru.

Oke. Gue baru sekali aja ikut Zumba di YMCA tapi itu udah terasa lebih seru daripada semua kelas Zumba yang pernah gue ikuti di Kerava. Pilihan musik dan gerakannya lebih beragam, instrukturnya lebih semangat dan lebih komunikatif, peserta Zumbanya juga keliatan lebih girang. Pokonya kaya yang di video-video Zumba gitu deh. Banyak sorak-sorak dan tepuk tangannya.

Di Finlandia pesertanya berzumba sambil diam-diam aja. Kata Mikko karena orang Finlandia fokus buat olah raga. Tapi Zumba kan bukan sekedar olah raga. Zumba itu juga menari, juga soal having fun.

Memang pada intinya orang Finlandia pendiam, pemalu dan kurang ekspresif, jadi memang hal-hal kaya Zumba, pentas seni, nonton konser dan sebangsanya gak seseru di Indonesia. Nah, kalo di Amerika sini, serunya bolehlah dibandingkan sama Indonesia.

Sekian dulu kesan dan pesannya. Kalo ngikut gaya influencer, ini baru first impression aja, bukan thorough review. Kan baru sebulan di sini. Tapi setelah nulis ini, gue jadi sadar untuk bersyukur udah bisa ngerasain keragaman berbagai tempat. Indonesia, Finlandia, Amerika, dan beberapa lainnya. Semuanya menakjubkan dan bikin seneng sekaligus bikin mikir. Trus aku dapet salam dari Mamah Dedeh: maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

2 comments

  1. Belanja di Amerika itu emang gada matinya ya.

    Entah kenapa aku juga punya prejudice soal Amerika kek kamu, tapi Amerika kan besar ya, jadi tiap tempatnya beda2. Agustus tahun lalu kami ngunjungin temen yg tinggal di kota kecil di Midwest, dan itu persis banget kek di film2 yang rumah2 pake bendera US luarnya gitu, terus kemana2 jauh kudu naik mobil. East coast keknya sih lebih oke deh ya.

  2. seru banget… ak iri… ahahaha…. mba Rika keep on posting yah. ak mau kepoin ig nya apa yah?
    i love your writing. knp ga terbitin buku siyyy… salam dr langit kelabu jakartaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: