kepribadian

Hampir tiap hari Mikko dan Kai berantem. Anaknya terlalu sensitif, bapaknya terlalu keras. Tapi untunglah berantemnya selalu disusul dengan maaf-maafan.

“Maaf ya Kai. Kai anakku sayang, meidän herkka poika (anakku yang hatinya sensitif)”

“Kamu sensitif sekali tapi sebenernya itu kelebihan kamu. Isi yang harus belajar buat lebih sensitif. Kekurangan isi ya itu, gak sensitif sama perasaan orang lain.”

“Kamu juga punya banyak kelebihan kok, Isi”

“Kelebihan isi mungkin sisukus (sisu= finnish term for strength, persistence, endurance), tapi itu juga yang jadi kekurangan Isi. Isi jadi gak sensitif, susah mengerti orang lain. Gak kaya kamu sama Äiti yang baik sama orang lain”

“Jadi menurut Isi, kelebihan Isi apa dong?”

“Hmm, apa ya? Oh, Isi tau! Isi orangnya gampang memaafkan dan gampang juga minta maaf. Itu kan penting dalam setiap hubungan”

“Aku juga, Isi. Aku juga selalu mau maafin orang lain”

“Iya, benar. Kamu anak yang pemaaf”

“Isi sabar. Itu kelebihan kamu juga loh, Isi. Kamu orangnya sabar”

“Wah, gak banget itu sih. Isi paling gak bisa sabar orangnya. Itu justru kekurangan Isi”

“Gak kok! Aku sering liat kok Äiti marah-marah ke kamu tapi kamu tetap sabar dan sayang sama Äiti”

“Oiya, ya. Bener juga” Isi dan Äiti sama-sama setuju tapi kok ujungnya jadi Äiti yang dirugikan sih? Hehehehehhe.

Pada akhirnya isi, kai dan äiti bisa ketawa-ketawa lagi.

PS: tadi gue ikut berantem juga sebenernya. Sebagai orang yang juga sensitif, biasanya gue langsung loncat belain anak-anak kalo gue merasa Mikko udah terlalu keras dan kaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: