penonton setia

Minggu lalu gue nari Bajidor Kahot di Kamppi. Narinya sendirian aja karena pasangan narinya tiba-tiba batal pentas ada jadwal sekolah. Bweeew, deg-degan abis.

Selesai nari, Kai langsung datang kasih pelukan. “Äiti kok pinter bangeeeet?” serunya. Ih, gue jadi malu-malu seneng. Padahal mah gue tau gue narinya gak bagus-bagus amat.

Terus Sami juga gak kalah mau peluk-peluk. Dan Mikko pun kasih ciuman.

Biarpun gue tau skill gue segitu-segitu aja, tariannya pun itu-itu melulu, tapi Mikko dan anak-anak bikin gue merasa bagaikan artis kondang. Mereka selalu bilang gue hebat dan selalu menonton pentas-pentas gue. Padahal sebelumnya baru aja gue marahin suami yang gak becus masang konde di kepalaku. “Udah deh, kalo gak mau bantu mending suami pulang aja gak usah nonton aku nari. Kan enak bisa tidur-tiduran di rumah.” Demam panggung bikin istri super sensi.

Ternyata si doi tetap datang bersama Kai dan Sami. Terimakasih mailov.

Advertisements

4 comments

  1. Masang konde susah susah gampang hihi..hebat suaminya bisa…

    1. susyaaaaah. apalagi kalo rambutnya pendek kaya aku

  2. Hebaat Miko bisa pasang kondeee 😀 Bajidor kahot itu susaaah

    1. hahaha, kurang berhasil tapi. kondenya gak rapih. ya apalagi kalo aku pasang sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: