Anakku sekolah

Hari ini Kai mulai bersekkolah. Aaawww…anakku udah besaaar.

Sesuai rencana, kami masukkan Kai ke sekolah dekat rumah bersama dengan Samir. Pas pula mereka berdua masuk di kelas yang sama.

Bulan Mei kemarin ada acara perkenalan sekolah untuk anak dan orang tua. Acara ini bagus sekali menurut gue, terutama untuk anak-anak seperti Kai yang selalu ketakutan menghadapi hal baru. Bahkan untuk acara perkanalan ini Kai udah terlihat takut dan cemas, untungnya pergi ke sekolahnya bareng isi dan äiti.

Suatu pagi di bulan Mei kami berkumpul di halaman sekolah bareng murid baru dan orang tua lainnya. Guru-guru kelas satu berdiri di teras sekolah dan memperkenalkan nama mereka, setelah itu anak-anak dipanggil satu persatu dan dikelompokkan menjadi tiga kelas. Biarpun takut tapi Kai menurut dan jalan berderap menuju barisan ketika namanya dipanggil. Gak lama semua anak digiring masuk kelas untuk mengikuti simulasi sekolah sementara para ortu dikumpulkan di aula untuk berkenalan dengan kepala sekolah. Sebelum masuk aula gue sempet melirik anak-anak yang sedang sibuk buka sepatu. Ternyata masuk ke area belajar gak boleh pake sepatu. Anak-anak berkeliaran di gedung sekolah cuma dengan kaos kaki aja. Kaya lagi di rumah sendiri. Gemessshhh.

Kepala sekolah memulai sesi pidato dengan pertanyaan-pertanyaan pembuka. Berapa orang yang pertama kali merasakan anaknya mulai sekolah, berapa anak yang sudah bisa membaca, berapa anak yang punya kakak di sekolah tersebut? Abis itu barulah doi menjelaskan tentang kegiatan belajar mengajar yang akan dihadapi anak di sekolah.

Anak kelas satu akan bersekolah kira-kira empat jam dalam sehari di dalam kelas yang sama dan dibimbing oleh guru yang sama setiap saat. Satu jam pelajaran adalah 40 menit dan tiap subjek durasinya dua jam pelajaran. Setiap pergantian subjek ada waktu bebas selama 15 menit buat anak-anak  main dulu sebelum nantinya belajar lagi dan jam 11-an ada istirahat makan siang selama 30 menit. Setelah sekolah anak-anak bisa pilih untuk pulang ke rumah atau ikut kegiatan kerho dan kegiatan belajar di sekolah akan selalu diinfokan lewat wilma.

Apa itu kerho dan wilma?

Kerho dapat diartikan sebagai klub atau kumpul-kumpul. Intinya sih kerho ini wadah daycare untuk anak SD. Lokasinya bisa bareng sama sekolah atau sedikit di luar sekolah. Karena sekolahnya memang cuma empat jam jadinya anak-anak dibuatkan tempat menunggu isi dan äiti pulang kerja.

Sebenarnya di Finlandia sini, anak kelas satu SD sudah diizinkan untuk pulang dan pergi sekolah sendiri ataupun berada di rumah sendirian sementara orang tuanya bekerja tapi kebanyakan ortu akan memilih memasukkan anaknya ke kerho dengan anggapan anak akan lebih aman dan lebih terurus berkat supervisi orang-orang dewasa di kerho.

Kerho dimulai jam 12 siang hingga jam 4 sore. Kegiatannya gak jauh-jauh dari kegiatan di päiväkoti. Ada makan, ada main-main, ada juga jam-jam khusus untuk anak-anak mengerjakan PR biar di rumah gak perlu repot lagi. Orang tua boleh pilih untuk menjemput anaknya atau membiarkan anaknya pulang ke rumah sendirian. Kepala sekolah menganjurkan agar ortu dan anak banyak-banyak latihan jalan kaki ke sekolah supaya anak hafal dan pede dalam menghadapi perjalan pulang pergi sekolah nantinya. Dibilang juga kalau penggunaan sepeda baru dianjurkan untuk anak kelas tiga SD biarpun tidak ada larangan khusus untuk bersepeda buat anak-anak yang lebih kecil. Anak yang diantar pakai mobil tidak boleh turun di depan sekolah untuk menghindari kemacetan. Harus didrop agak jauh dari sekolah dan setelahnya anak harus berjalan kaki. Emang dah orang sini demen betul sama jalan kaki.

Kai senang sekali bersepeda jadi gue dan Mikko akan mengizinkan Kai bersepeda ke sekolah nantinya. Awal bersekolah Kai juga akan dianterjemput oleh äiti, mumpung gue masih libur, tapi minggu-minggu berikutnya kami ingin Kai sudah bisa pergi dan pulang sekolah sendirian. Untung banget rumah kami cukup dekat sama sekolahnya. Cuma 7 menit jalan kaki.

Berikutnya tentang Wilma. Wilma itu semacam website yang bisa diakses oleh pihak sekolah, orang tua dan murid. Di dalamnya ada berbagai info tentang kegiatan belajar mengajar. Ada jadwal pelajaran, jadwal jam makan siang, jadwal libur, info tentang materi pelajaran, info tentang PR dan lain-lain. Orang tua bisa memantau kegiatan belajar anak lewat Wilma, termasuk ortu juga bisa tau kapan anak punya PR atau ujian.

Tapi ditegaskan oleh bu kepsek kalau bersekolah adalah pekerjaannya anak-anak jadi anak harus diajarkan untuk bertanggung jawab akan pelajarannya di sekolah. Harus bisa mengerjakan PRnya sendiri tanpa bantuan orang tua. Tugas orang tua adalah menciptakan rutinitas yang tepat buat anak-anak. Kapan mereka harus bangun, harus tidur, harus makan, harus berangkat sekolah, harus mengerjakan PR, harus main, dll, sampai nantinya rutinitas ini terpatri dalam diri si anak dan bisa dilakukan sendiri tanpa harus diingatkan orang lain.  Menurut gue ini salah satu intisari ((intisariii….)) dari sekolah di Finlandia. Menciptakan murid-murid yang mandiri. Pokonya semua-muanya mah harus banget bisa sendiri.

Selesai acara info dari kepsek, kami masih harus menunggu sekitar dua jam sampai saatnya Kai selesai orientasi. Di halaman sekolah kami menyambut Kai yang mukanya cerah ceria. “Isi, di sekolah dikasih makan!”. Emang dah, anaknya bu Rika emang demen banget makan.

Rupanya Kai takjub sama kegiatan makan di sekolah. Di sekolah ada kantinnya dan murid-murid harus antri sambil pegang baki yang bersekat-sekat. Trus sekat-sekat tersebut akan diisi makanan oleh petugas kantin. Kaya orang besar banget. “Kaya di penjara” kalo kata Sami. Tauk tuh Sami liat dari mana cara makannya narapidana.

Kalo kata Kai “Koulu on tosi kivaaaaaa”. Di sekolah senang sekaliiii. Lebih senang daripada di päiväkoti.

Udah dong ya? Beres dong? Anakku udah siap sekolah dong?

Cencu tidak sodara-sodara.

 

img_20160816_084846.jpg

img_20160816_085005.jpg

img_20160816_085410.jpg

Libur 2,5 bulan kayanya Kai lupa sama rasa senangnya itu. Sejak kami pulang dari Indonesia, Kai bolah balik mengeluh “Aku takut sekolah. Aku gak mau sekolaaaah”. Kadang anaknya sampai nangis-nangis segala.

Saking cemasnya dia menghadapi hari ini sampai-sampai tadi malam anaknya menangis dalam tidur. Mimpi pergi ke sekolah. Duh, naaaaak…äiti kadang prihatin, kadang sedih, tapi kadang juga kesel ngadepin keluhannya Kai yang keseringan itu. Untung saja saya ibu yang bijak (halah!) jadinya marahnya ditahan-tahan biar Kai gak makin sutrisno.  Makan es krimnya aja yang tambah banyak karena äiti juga ikut setress dan butuh pelarian.

Hari ini, hari pertama masuk sekolah, Kai bangun pagi sekali. Setengah menangis setengah terburu-buru takut telat. Gimana ini toh? Gak mau sekolah tapi juga takut terlambat?

Udah kelamaan libur anak-anak jadi jetlag ngadepin pagi hari persiapan berangkat sekolah/päiväkoti.  Yang masih mau nonton tivi lah, yang sarapannya gak selesai-selesai lah plus Sami yang tiba-tiba merajuk gak mau ke päiväkoti. Ealah, gue sampe keringetan nyiapin mereka. Belon lagi nyiapin gembolan buat dibawa ke päiväkoti. Mulai dari jas hujan, boot karet, jaket, celana main, dsb. Gustiii…kapan suamiku pulang? Biasanya kan doi yang ngurusin beginian. Tapi pagi-pagi sekali ( yang berarti lewat tengan malam di Brazil) Mikko video call untuk menyemangati Kai. “Selamat bersekolah Kaaaaai. Kai pasti bisa!”

Sami cemberut terus selama perjalanan ke päiväkoti. Sesampainya di sana pun maunya bermanja-manja sama äiti. Yang matanya tiba-tiba sakit lah, yang kakinya pegel lah. Begini nih rasanya kembali sekolah setelah kelamaan libur. Tapi setelah dipanggil gurunya, alhamdulillah bocah mau juga masuk kelas. Langsung setelahnya gue dan Kai  jalan ngebut ke sekolah.

Di halaman sekolah udah ramai oleh anak-anak dan orang tua. Kai yang ketakutan sedikit lebih tenang setelah ketemu Samir. Apalagi melihat Samir yang terlihat sangat pede ngadepin hari pertama ini. Gak lama guru-guru muncul di teras sekolah dan gue liat banyak anak yang mulai bersorak-sorai sambil melambai-lambaikan tangan. Kaya jumpa fans aja ini mah. Eh, gak taunya guru-guru tersebut mulai bernyanyi. Nyanyian selamat datang ke sekolah.

Seneng banget rasanya melihat anak-anak yang sepertinya semangat sekali kembali ke sekolah dan bahagia bertemu dengan guru-gurunya. Mudah-mudahan nanti Kai juga akan seperti itu, ya.

img_20160816_090226.jpg

img_20160816_091217.jpg

Setelah bernyanyi kepala sekolah bertanya “Siapa yang senang datang ke sekolah?” Puluhan tangan terangkat ke atas. “Siapa yang takut?” Ada beberapa tangan yang terangkat, termasuk tangan beberapa orang guru.

Gue bilang sama Kai “Liat, Kai. Gurunya aja yang orang dewasa bisa takut. Apalagi Kai. Gak papa takut asal tetep jalanin terus. Nanti lama-lama takutnya pasti hilang”. Kayanya Kai terhibur banget begitu tau kalau dia bukan satu-satunya yang ketakutan hari itu.

Gak lama anak-anak mulai berbaris berdasarkan kelasnya dan masing-masing guru memanggil rombongannya buat dibawa masuk ke kelas. Dimulai dari kelas 6 sampai akhirnya kelas 1, kelasnya murid-murid baru.”Silahkan orang tua dadah sekali lagi buat anak-anaknya.” Seru kepala sekolah membuat semua ortu sontak histeris melambaikan tangan untuk anak-anak kelas satu yang berbaris memasuki pintu sekolah. Anakku mulai sekolaaaaaaaah.

Sayang banget Mikko masih binis trip hari ini.  Gue sendiri bakal kecewa kalau harus melewatkan momen penting ini. Melewatkan kesempatan untuk melihat prosesi hari pertama sekolah yang menyenangkan tapi juga bikin hati sedikit terharu.

Begitu acara selesai gue ke Lindex dulu coba-cobain baju tapi gak dibeli, trus belanja makanan di supermarket dan jajan-jajan, lanjut goler-goler di tempat tidur gak pake nyiapin makan siang buat bocah, gak pake dengerin suara bocah berantem, gak pake marah-marah liat bocah berantakin sofa.

HOREEEEE….anakku udah sekolah!

 

13876325_1077542218990806_3658305757260191951_n

 

Advertisements

24 comments

  1. Gue mulai menitikkan air mata deh pas baca bagian Mikko ga bisa ikutan melihat prosesi hari pertama. *seriusan jadi terharu, padahal aku bukan mamak2*
    Eh ke bawah dikit, trus malah ngakak :))))))))

    Selamat ya Kai sudah masuk sekolah! Selamat banget buat Äiti-nya Kai :))))

  2. Ini inspirasi banget deh flow dan semua sistem sekolahnya. SUKAAAAA!!! SUKA BANGET mba Rik.

    Rasanya pengen kushare deh postingan ini. Terharu bagian guru2nya kasih welcome song ( jadi terinspirasi deh buat dicontek) keren bangets.

    Dear Kai: no worries ya Kai…bener tuh kata gurunya..dijalanin aja pasti bisa… semoga lancar seterusnya ya Kai.

    Hore mamanya ongkang2 kaki sepukulan…*penting* 😊

    1. Iya aku jg terinspirasi ya sama cerita rika ini 🙂 keep on sharing stories ya jeung rikaaaa! Akupun ingin one day anakku bs mandiri laksana anak2 di Finlandia 🙂

    2. samaa! aku ikut terharu dan betapa guru2nya sangat keren karena ikut angkat tangan pas kepsek tanya siapa yang takut masuk sekolah. Karena pastiii ada anak yang merasa takut meski banyak juga yang senang. Keep sharing mbaaa :”)

  3. Bagus ya….ah anaknya cakep mba..pasti rasanya seru hari pertama…

  4. Sistem disana ternyata hampir mirip di Jerman mba Rika. Satu minggu yang lalu aku ikut menemani teman ke acara hari pertama sekolah. Meskipun bukan antar anak sendiri tapi rasanya terharuuuu lihat anak2 kelas satu duduk didepan, berbaris dipanggil namanya dan diakhir setelah proses simulasi selesai kami boleh mengunjungi kelasnya.. Melihat orang tua yang semangat dan keluarga yang ikut mengantar, kebayang rasanya kalau yang diantar anak sendiri 🙂

  5. Saya jadi ikutan seneng bacanya. Yeaaay, Kaiiii udah sekolah. Jangan atut yaaa Kaiiii, kan entar bisa dapat teman baru di sekolaaah 🙂

  6. Semangat goler – goler, aiti! Loh?! HAHAHA .. Kai semangat sekolahnya yaaaa! Kalo samiun ntar beda lagi ya ceritanya hehehehe ..

  7. Semoga kai ga takut sekolah lagi dan bisa punya banyak kawan di sekolah

  8. Muhahaha 2 foto terakhir. Anak2nya antara malu & ngakak ngeliat emaknya berpose kegirangan, lol. Selamat kembali bersekolah ya. Senang sekali bersekolah di Finlandia.

  9. Sistem sekolahnya keren banget yaaa! apalagi yang pekerjaan sekolah dikerjain sendiri tanpa bantuan orang tua 😛

    Selamat sekolah ya Kai!

  10. Qonita · · Reply

    Selamat Kai..moga betah di sekolahnyaa…
    Kayaknya isi kegiayan sekolahnya wajib dishare nih mbak Rika..kan orang kita lagi penasaran ana sistem pendidikan Finland yg bagus

  11. Selamat bersenang2 di sekolah kai ……. (pesan yg sama yg selalu aq ucapkan ke anakku sebelum dia berangkat sekolah setiap pagi mbak 😄).eh, kai ompongnya udah banyak yak 😍

  12. KOK BAGUS BANGET SISTEM SEKOLAHNYAAAAA…

    sumprit deh Rik gw nyari sekolah SD yg pulang jam 12 (means 5,5 jam) aja susye banget. disana malah cuma 4 jam ya? apa gw pindah ke Finlandia? haha

  13. lho, di Finland ternyata ada pe-er juga ya? kirain anak sekolahnya ga pernah dikasih pe-er..

  14. Horenya itu agak anti klimaks loh mba di endinggg hahahahahahaha bikin ngakak.
    Semoga selalu hepi ke sekolah ya Kai. Kan dapet makan di sekolaahhh *ngiming2in pake makanan lol*

  15. Wuihh udah masuk sekolah. Kalo anak kelas 1 gitu, subjek pelajarannya apa2 aja ya?

  16. Mb. Rika. Thank you thank you thank you dah pokoknya. Tulisan nya embak jadi inspirasikuuuu. Hehehe
    Aku Ngefans berat sama pendidikannya finland mb tapi (agak) malas buat baca yg english2. soalnya kalau baca review indo itu mulu itu mulu. Puji Tuhan syukur alhamdulillah ada yg cerita beginian pakai Indo. Diceritakan lengkap pula plus kisah kasih hidupnya juga. Awwww tambah cinta diriku mb. Hehehe
    Andai saja SD negeri Indonesia mirip2 Finland ya mb. (semoga nantinya bakal seperti itu) enggak lagi deh anaknya nangis2 kalau pergi sekolah

  17. Selamat sekolah Kai, semakin semangat. Jangankan libur 2.5 bulan, cuti kerja seminggu aja bikin drama kalo mulai mau ngantor lagi. Hehe..

  18. emma masih nangis nih kalo di sekolah. nangisnya pas udah masuk, tunjuk tangan ke gurunya, disamperin, baru nangis. hahaha. ngeliatnya dari luar ya kasian tapi ya kudu dibiarin. pulang sekolah ceria, cerita2 kalo seneng sekolah. tapi besoknya begitu lagi. 😛 moga2 minggu depan gak lagi dah…

    selamat bersekolah ya kai!

  19. Selamat Siang Bu Rika,

    Saya sedang blogwalking dan menemukan blog anda.
    Saya Soraya dari http://serumah.com.
    Saat ini trend berbagi ruangan/roomsharing sangat gencar. Kami berinisiatif untuk membuat situs pencari teman sekamar/roommate agar orang-orang yang ingin menyewa rumah dapat berbagi tempat tinggal dan mengurangi biaya pengeluaran untuk tempat tinggal. Berawal dari ide tersebut, website serumah.com diluncurkan pada awal tahun 2016.

    Saat ini saya membutuhkan bantuan anda untuk menuliskan artikel review mengenai serumah.com di situs blog anda. Kami sangat menghargai jika Anda bersedia untuk memberikan review terhadap website kami dan menerbitkannya di blog anda.

    Mohon hubungi saya jika ada pertanyaan lebih lanjut. Saya ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

    Soraya F.
    Cataga Ltd.
    soraya.serumah@gmail.com
    http://serumah.com/

  20. Mbak Rikaaa sangat inspiratif jd tahu banyak soal sistem sekolah di Finlandia. Malik skrg msh 5th, seumuran sama sami kah? Mdh2an nanti Malik bs lanjut sekolah di Finlandia jg ya aamiin..

    Oiya klo yg ortunya dua2nya imigran, anaknya bs sekolah di public school brg sama anak2 Finland jg atau hrs di sekolah khusus ya? Hehe barangkali tahu😁🙏

    Keep inspiring ya mbak Rika, really love your blog, sangat bermanfaat sekali👍🏻❤️

  21. Seneng banget baca tulisannya Mbak Rika… Salam kenal ya mbak😁

  22. Terima kasih sudah haring tentang sekolah di Finland mbak Rika. Jadi bisa tahu langsung tentang sekolah dasar di sana, ga hanya dari artikel-artikel parenting yang beredar 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: