anak baik kami

“Hari ini Kai menikah dengan Keitti, setelah itu mereka bernyanyi dan berdansa berdua sepanjang hari.” Salah satu pengasuh di päiväkoti bercerita tentang pesta kecil yang mereka adakan hari ini.

“Tapi terus Samir jadi ngambek. ‘Kai jahat! Kamu lupa sama aku’ dan Kai jadi sibuk membujuk Samir ‘Aku inget terus sama kamu, Samir. Aku inget yang baik-baik terus tentang kamu dan kita punya banyak kenangan indah’. Dari mana Kai belajar kata-kata seperti itu ya?” lanjut si pengasuh sambil tertawa. Kai ini memang suka ngomong pakai kata-kata yang ketuaan buat umurnya. Sepertinya, sih, belajar dari bapaknya.

Ibu pengasuh masih melanjutkan ceritanya, “Kai ini anak yang baik sekali. Sangat penurut, adil dalam bermain dan dia paling gak ingin buat orang lain kecewa, paling gak tahan liat orang lain sedih.”

Sebagai ibunya tentu gue sangat menyadari sifat Kai yang satu ini. Anaknya memang sensitif dan punya hati yang selembut kapas. Tapi ada orang lain yang bilang kalau anak gue baik sekali ‘kan bikin gue melayang-layang.

Biarpun begitu, baik gue maupun si ibu pengasuh sama-sama setuju kalau kelembutan hati Kai bisa disalahgunakan orang lain. Anaknya jadi gak punya kemampuan bela diri dan terlalu enak buat diperintah-perintah. Jadi gampang dibully. Makanya sama Mikko Kai diikutkan berbagai kegiatan olah raga untuk mengajarkan sifat kompetitif dan strategi pertahan diri. Walaupun tetap kami berharap kebaikan dan kelembutan hati Kai akan terus terjaga sepanjang hidupnya.

Advertisements

16 comments

  1. Beneeeeer! Takut “dipermainkan” wanita wanita “jahat” jikalau besar nanti, hihi!

  2. Awwww Kai…. #ngembeng

  3. Aduh kalimatnya manis banget mbak rika 🙂

  4. Kai kamu manis bgt….

  5. kaii … so sweet amat sihhh ..

  6. Aamiiin Rik.. Semoga Kai jadi anak yang kuat dan berani membela dirinya sendiri.

  7. so sweet bgt kai.

  8. Kai sama kayak anak saya S mbak.hatinya lembut, jadinya gampang dimamfaatin sama temen2nya. Nurunin dari emaknya ini 😦

  9. Sweet banget mbak… saya suka banget cerita mbak rika tentang kai sama sami. Kalo baca bisa terharu sendiri. Bisa keluar air mata saking bahagianya. Ahahhaa semoga kalo sudah punya anak… anak aku bisa sebaik kai…

  10. Ya ampun Kai, gemes banget:)

  11. Ya ampuuunn…lucu…sweeettt…. 🙂

  12. Iya juga sih mbak, anak yang terlalu lembut itu gampang diperdaya juga :’

  13. Yaampun Rik, Kai itu koq bisa sih sifatnya plek mirip Nadira? Guru di sekolah pun blg hal yg sama ttg Nadira. Makanya gue encourage dia utk ikut Bela diri spy gak dibully. Skrg aja pensil, penghapus dll punya dia suka di minta paksa sm temen2nya dan dituker sm yg lbh jelek. Duh gimana ini Rikkkk 😢

    1. nah, gue juga suka kepikiran kalo Nadira mirip2 sifatnya sama Kai. karena sama-sama anak pertama kah ini?
      jadi kepikiran kan ya, Ra….selamat gak anak-anak kita ini nanti kalau dilepas ke dunia. Huhuhuhu, kan suka sedih mikirinnya

      1. Lo baca hasil seminar Supermoms kemarin deh Rik di twitter. Kayaknya Nadira dan Kai sama-sama punya Kecerdasan Intrapersonal atau Kecerdasan Diri. Soale ciri2nya sama persis yang intinya, sensitif dan peka.

        Tapi menurut Bu Elly, anak2 kayak Kai dan Nadira gedenya berpotensi jadi penulis, seniman, filsuf, daaann psikolog! Kayak lo dong ya, hahahaha 😀

        1. dah baca, Ra dari blognya Indah. Dulu pas kul kan juga baca itu dah embyeeerrr….intrapersonal banget anaknya, dan gue pun sebenernya juga sama, makanya pas banget kan gue emang tertarik sama psikologi dan Kai juga sekarang ini lagi suka bikin pantun/puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: