sinopsis buku: Lotta (Astrid Lindgren)

Masih dalam rangka demam Astrid Lindgren, mari kita bahas satu buku dari dewi penulis asal Swedia itu: Lotta.

Lotta mungkin tidak sepopuler Pippi atau Emil, dua tokoh karya Astrid Lindgren yang lebih mendunia, tapi Lotta juga tokoh kesayangan banyak orang. Anak bungsu umur 5 tahun yang keras kepala, sering pundung tapi juga banyak akalnya ini suka bikin hati gemes-gemes sayang. Katanya tokoh Lotta menggambarkan pesona anak bungsu yang sering nakal tapi tetap menggemaskan.

Kisah-kisah Lotta gue baca lebih dari dua puluh tahun yang lalu dan baru saja gue baca lagi satu ceritanya, versi bahasa Finlandia, dalam buku yang berjudul Se Pikkuinen Lotta.

wpid-2015-06-21-02.07.39.jpg.jpeg

Cerita dimulai dengan Lotta yang bangun pagi sambil menangis karena bermimpi dua kakaknya, Janne dan Minna, berbuat jahat pada boneka beruangnya (yang sebenarnya boneka berbentuk babi). Hati Lotta semakin mendung ketika ibu datang ke kamar dan meminta Lotta untuk pakai baju hangat yang menurut Lotta terasa gatal dan geli di kulitya. Lotta kan maunya pakai gaun cantik tapi kata ibu gaun cantiknya cuma boleh dipakai di hari Minggu.

Jadilah hari itu Lotta pundung berat dan bersungut-sungut terus sepanjang hari. Diajak makan gak mau, disuruh pake baju gak mau. Oleh ibu Lotta diperintah untuk masuk kamar dan baru boleh keluar kalau sudah jadi anak manis. Lotta jadi semakin kesal dan di kamar ia malah menggunting-gunting baju hangat yang sangat dibencinya tadi untuk kemudian dibuangnya ke tempat sampah.

Setelah baju hangat terlanjur rusak baru deh Lotta mulai menyesal, nanti pasti ibu marah. “Aku bilang saja bajunya di robek anjing. Iya, benar. Dirobek anjing. Anjing nakal”

Tapi Lotta sendiri gak yakin akan kebohongannya itu, pasti nanti ibu tetap marah sama Lotta. Huh, kok Lotta sial melulu sih? Dari tadi kok nasibnya malang melulu? Lotta tidak senang tinggal di rumah ini. Orang-orang di rumah selalu bikin kesal. Lotta gak bisa senang di sini. Jadi Lotta mau kabur saja dari rumah. Mau cari rumah baru yang lebih menyenangkan. Sebelum pergi Lotta meninggalkan pesan dulu untuk keluarganya

Aku pinda

Liat tempa smpah

Cuma dengan singlet dan celana dalam melekat di badan, Lotta pun pergi ke rumah tetangga, rumah nenek Vuorinen (Nyonya Berg dalam versi bahasa Indonesia?). “Boleh aku tinggal di sini?” tanya Lotta. Oleh si nenek Lotta diijinkan tinggal di rumah kebunnya. Di dalam rumah kebun ada tempat tidur, meja makan, kursi, boneka, bahkan tempat tidur boneka pun ada. Penuh semangat Lotta bekerja mengatur barang di rumah barunya. Nenek Vuorinen juga memberikan baju (yang tidak bikin gatal) dan makanan enak-enak buat Lotta. Lotta senang sekali. “Aku mau tinggal di sini seumur hidupku”

Sore-sore Janne dan Minna berkunjung ke rumah kebun Lotta. Dua kakaknya itu terkagum-kagum akan tempat tinggal baru Lotta. “Ibu nangis gak aku pergi dari rumah?” Lotta bertanya penasaran. Tapi ternyata ayah dan ibu juga datang berkunjung.

“Lotta pulang buat makan malam?” Ibu bertanya

“Tidak mau. Aku sudah dapat makanan dari nenek Vuorinen”

“Baiklah. Kalau nanti kamu sudah ingin pulang ke rumah, kami semua akan bahagia sekali. Setidaknya pulanglah untuk merayakan Natal bersama kami” kata ibu

“Kapan Natal datang?”

“Tujuh bulan lagi”

“Wah, tidak bisa. Aku mau tinggal di rumah baruku ini lebih lama dari tujuh bulan. Lama, lama, lamaaa sekali. Seumur hidupku”

Kemudian malam pun menjelang dan Lotta mulai kesepian. Dari jendela rumah kebunnya tidak ada lagi yang bisa dilihat. Janne dan Minna tidak lagi bermain di halaman. Pintu dan jendela rumah juga sudah tertutup hingga dia tidak bisa lagi melihat ibu dan ayah. Sementara langit semakin gelap, rumah kebun kecilnya tidak terasa nyaman lagi. Dapat ditebak, Lotta ketakutan dan mulai menangis. Untunglah di saat itu Ayah datang mengunjungi Lotta

“Coba dengar, Lotta. Ibu sedih sekali kamu tidak ada di rumah. Apa benar kamu tidak mau pulang ke rumah Natal nanti?”

“Mauuu. Aku mau pulang sekarang juga” Lotta menangis keras-keras.

Dalam gendongan ayahnya, Lotta pulang ke rumah

“Lotta sudah pulang” ayah berbisik setibanya di rumah

Begitu melihat ibu, Lotta meloncat naik ke pangkuan ibu

“Aku pulang. Aku pulang. Aku mau tinggal di sini bersama ibu dan ayah seumur hidupku”

Bukan itu saja yang diucapkan Lotta. Dia juga memutuskan untuk mengakui kesalahannya

“Aku menggunting baju hangatku sampai rusak. Aku mau minta maaf tapi aku gak bisa” kata Lotta sambil menangis

“Tapi Lotta, ibu juga harus minta maaf. Begini caranya ibu minta maaf: Lotta anakku sayang, maafkan ibu karena tadi marah sama Lotta”

“Kalau begitu aku juga bisa minta maaf, ibu. Maaf, maaf, maaf, maaf, maaf”

Tes…tes….tes….air mata gue bercucuran. Duh, kok mengharukan amat sih adegan maaf-maafan ini? Lebih dari dua puluh tahun lalu adegan ini juga cukup bikin gue mewek. Sekarang, setelah punya anak, terharunya makin berlipat ganda. Kebayang kalo kejadian begini sama anak sendiri.

Salah satu keistimewaan tulisan Astrid Lindgren adalah ceritanya yang mengalir tanpa banyak sisipan pesan moral atau kesan menggurui (halooo….Enid Blyton). Walaupun begitu tetap banyak hikmah yang bisa dipetik dari cerita-ceritanya (jambu kali dipetik). Seperti dalam kisah Lotta ini.

Dari buku ini gue jadi banyak ngaca. Kami juga punya anak yang karakternya mirip-mirip seperti Lotta. Siapa lagi kalo bukan Samiun. Anaknya keras kepala dan gengsinya setinggi bulan. Kejadian Sami pundung seharian karena kesalahannya sendiri udah biasa gue hadapi. Biasanya Sami akan melakukan berbagai kenalakan untuk menutupi rasa kesalnya akan kenakalan sebelumnya. Salah satu sumber drama keluarga yang lumayan bikin gue tambah ubanan.

Sama seperti Lotta, Sami juga gak gampang minta maaf. Tapi belajar dari kisah Lotta dan ibunya, gak harus anaknya yang minta maaf duluan bahkan ketika si anak berbuat salah. Orang tua mengajarkan anak untuk lebih berbesar hati dengan cara meminta maaf duluan. Dan dari cerita ini gue juga jadi tersadar, walaupun anak salah tetap aja dia bisa sakit hati kalau dimarahi. Malah akhirnya jadi gengsian mau minta maaf. Persis seperti Sami. Sami paling gak bisa dipaksa-paksa minta maaf. Nanti kalau anaknya udah tenang, diajak bicara baik-baik, minta maafnya malah lebih tulus. Sambil peluk dan cium-cium pula bikin hati äitinya jadi meleleh.

Dari cerita Lotta juga jadi teringat kalo gue dan Mikko suka gak sabar ngadepin anak tantrum. Maunya anak cepet-cepet disuruh berhenti nangis, berhenti marah. Padahal mah, sama kaya orang dewasa, anak-anak juga butuh waktu buat ‘mereda’. Biarin aja mereka sendiri dulu dengan kemarahannya. Dalam cerita Lotta berarti membiarkan Lotta kabur dari rumah sementara dalam kasus kami biasanya berarti membiarkan anak menangis melengking-lengking atau membiarkan Sami melempar-lemparkan mainannya. Asalkan aman, gak merusak dan gak membahayakan siapapun, beri anak waktu untuk menyalurkan amarahnya dengan caranya sendiri sebelum dituntut untuk jadi anak baik dan manis lagi.

Anak bungsu mungkin memang seperti gula batu. Manis tapi keras, menggemaskan tapi susah diatur. Butuh kecerdikan dan hati yang selalu zen untuk menghadapi anak-anak seperti Sami dan Lotta karena anak keras semakin membatu jika dihadapi dengan kekerasan.

My next goal is to borrow some more Lotta books from the library. Gue malah udah bilang ke Mikko untuk membelikan gue buku-buku Astrid Lindgren sebagai hadiah natal tahun ini. Mumpung gue udah sedikit-sedikit bisa baca buku dalam bahasa Finlandia. Favorit gue tentunya membaca buku-buku tersebut dalam bahasa Indonesia biar makin terkenang-kenang sama masa kecil sendiri. Pernah juga gue membaca versi bahasa Inggrisnya, tapi membacanya kok kurang terasa nostalgianya. Versi bahasa Finlandia justru terasa lebih familiar karena suasana kehidupan Finlandia yang lumayan mirip dengan Swedia. Inget gak di tulisannya, Astrid Lindgren sering sekali memakai kata “dan”? Misalnya dalam kalimat: Di rumah kuning tersebut tinggallah Ibu dan Ayah dan Janne dan Minna dan Lotta. Kenapa gak ditulis Ibu, Ayah, Janne, Minna dan Lotta aja?

Rupanya, di Finlandia (dan pastinya juga di Swedia) seperti itulah anak-anak berbicara. Demikian juga seperti itulah orang dewasa berbicara pada anak-anak, dengan menggunakan banyak kata ‘dan’. Lucu sekali, ya?

Jadi…siapa lagi yang suka sama Lotta? Atau karya Astrid Lindgren lainnya? Komen di sini dong, ayo kita group hug ramai-ramai.

Gue rasa sih bakal banyak orang-orang seumuran gue yang juga menggemari karya-karya Astrid Lindgren. Jaman gue kecil dulu, pilihan buku anak-anak kan terbatas sekali dan buku-buku beliau termasuk yang paling umum ditemui di Gramedia. Pasti banyak dari kita yang tumbuh dewasa ditemani kisah-kisah Pippi, Emil, Madita, Lotta, dan tentunya, Bullerbyn – surganya dunia anak-anak. Those books will always have a very special spot in my heart.

PS: Buat yang meminta gue untuk menuliskan cerita tentang Astrid Lindgrens Värld, harap bersabar dulu, ya. Masih overwhelmed nih sama kunjungan kemarin. Masih euphoria saking senengnya. Sekarang malah jadi gentar mau nulis, takut tulisannya gak bisa mewakili keindahan tempat tersebut. Paling gak nanti gue pasang foto-fotonya aja ya.

34 comments

  1. qonita · · Reply

    favorit tetep pippi long stocking…pertama kali baca di Bobo jadul sepupu terbitan 84 ekekeke…
    aklo lotta belum pernah baca..bagus jg yak😀
    btw aku suka lima sekawan enid blyton…dan Julian tetep pacar idaman haha
    eh btw kayaknya bener tuh soal anak bungsu, jadi curiga nyokap uban dulu nambahnya cepet apa gara2 gw yak😛

    1. aku baru tau di bobo pernah ada Pippi, padahal aku pembaca setia Bobo juga loh

      aku suka juga buku2nya Enid Blyton tapi kadang suka sebel sama pesan moral yang bertebaran dan terlalu eksplisit di bukunya

      coba ibunya dibeliin cet rambut dulu, tuh, Nita….hehehehehehe

  2. anakserpong · · Reply

    Mbak Rika suominya udh lancar?

    1. beluuuuuum, masih begitu2 aja. palingan sekarang udah lebih gampang membaca sih

  3. chici aprinda · · Reply

    Saya saya sayaaaa..! Hampir semua karya astrid lindgren udh saya lahap.. Mulai baca2 buku astrid lindgren pas waktu masih smp pinjem diperpustakaan hihih. Favorit saya anak-anak bullerbyn mba rika..dulu bacanya sambil bayangin duh iindah banget sih masa kecil mereka disana..hihi setelah itu baru baca2 judul yg lain..sempat punya yg jdulnya Ronya Anak Penyamun tapi kurang suka krn menurut saya ceritanya agak gelap..ayoo kita bikin Astrid Lindgren Books Club hihihi

    1. aku pun jugaaaa…hampir semua karya Astrid Lindgren yang waktu itu ada di Indonesia aku lahap. Tapi pas sampe sini baru tau ada banyak buku lainnya yang gak masuk dan gak diterjemahkan ke Indonesia. Tapi sekarang sih uda makin banyak buku2nya di Indo ya, seperti kakak beradik hati singa dan anakku mio, kayanya dulu jaman aku kecil belum ada tuh

      Kalau Ronya aku cintaaaaaa sekali. The swedish version of romeo and juliet. love love love

  4. Sahabatku yg ngenalin aku sama Asrid Lindgren Pippi long stocking, jaman aku kecil di kampung bacaan anak2 pinjem di perpustakaan SD ga da buku ini. Segede ini baca Pippi Long Stocking aja sering ngerasa ikut sedih meski dia agak bandel tapi ceria dan suka nolong. Btw aku pernah ketemu walk in nasabah yg sering ke kntor mbak swedih pas nulis nama lengkapnya kan belakangnya Lindgren iseng kutanya “anda siApanya miss astrid lindgren?” Dia bilang ohh shes my grandmother sambil ketawa ngakak “kamu baca Pippi long stocking?” Saya bilang iya

    1. Dulu waktu kecil baca Pippi aku seneng-seneng aja. Tapi sekarang udah dewasa malah suka sedih bacanya karena biarpun Pippi selalu ceria, sedih aja bayangin dia ditinggal mati ibunya trus ditinggal bapaknya berlayar.

      hahahaha, ketemu orang swedia langsung ingetnya astrid lindgren ya

  5. Sayaaaa *ngacung* ak rada telat sih baca kenalan sama (bukunya) astrid lindgren. Dikenal sm temen. Trus kan buku2nya rada susah ya klo sekarang2 ini, jd kalo berhasil nemuin tuh bahagiaaaaaa bgt…aplg klo diskonan *teteup*

    1. iyaaaaaaaa….emil, bullerbyn, madita, lotta…sulit banget nemuinnya sekarang. kalah sama buku anak-anak masa kini

  6. ooh..aku belum pernah baca tentang Lotta ini Mbak… thanks ya sudah cerita di sini Aku cuma pernah beliin anakku buku Pippi Long Stocking dari dagang buku bekas yang sedang menggelar dagangannya dekat rumah…

    1. selain Lotta, ada juga Emil, Madita (sekarang disebutnya Madicken) dan Bullerbyn yang juga baguuuuuuus sekali

  7. waktu kecil suka baca karya2nya astrid…ah nostalgila sekali…:D

    1. samaaaaaaaa

  8. Shanti · · Reply

    aku aku aku! *acung tangan tinggi2*
    dulu pinjem buku2nya astrid lindgren di perpus sekolah sampe berkali2 hihi..

    1. ayo kita toss dulu

  9. ngacung tinggi – tinggi ..saya Mba🙂
    suka pakai banget, yang Lotta belum pernah baca, jadi penasaran nyari

    1. aku pun. suka pake banget banget banget

  10. aku penggemar berat Astrid Lindgren! wah belom baca nih bukunya penasaran deh

    1. kalo gak salah ada dua buku Lotta di versi Indonesianya. kalo gak salah yaa. tapi udah jarang banget keliatan di toko2 buku

      1. Iya aku cek cuma ada Pippi huhu itu aku udah khatam tuh hhehe seru banget soalnya

  11. Akuuuu tapi aku si Pipi nya yang faveku Rik mungkin karena emang dr dulu ngebayangin mirip Pipi ya fisiknya bintik di pipi, rambut panjang kepang dua (kecuali warna rambutnya), kurus (pas SD doang setelah mulai haid lemak mulai akrab). Dulu aku baca buku buku Astrid Lindgren ini dari perpus SD, Rik, mamakku bukan itrpikal beliin buku cerita. Aduh bisa bolak balik ke perpus baca itu, makanya ngeces banget liat IGmu kemarin ya ampooown, itu kayak menghidupkan cerita yang dulu dibacaaaa…Sekarang gak adaaa buku buku ini aku dah cari di Gramed bandung-jakarta, cari di tobuk seken, cari di online, kagak adaaaa huhuhu jalan terakhir nanti pengen beli bahasa inggris masih ada (tapi mahal hiks)

  12. thanks for sharing ya..
    kenapa ya kalau dirimu yang nulis rasanya enak banget bacanya🙂

  13. akuuuuuuu…… ayo bikin grup pencinta buku ini mbak😀

  14. Yaampuuuuun dulu baca Lotta waktu kecil aja udah berasa mirip-mirip keras kepalanya. Tos dulu ah sama Sami😀 Gedenya si anak bungsu ini cenderung jadi orang yang berpendirian teguh dan punya prinsip.

    Tulisan mbak Rika bikin pengen koleksi buku-buku Astrid Lindgren dan baca semuanya lagi. Tanggung jawab!

  15. Pippi Longstocking sama Madita!
    Bacaan aku waktu SD nih.

    Oiya, Mbak, di Indonesia sekarang udah diterbitin lagi karya-karya Astrid Lindgren, tapi nama-namanya pada dikembalikan ke aslinya, Madita jadi Madicken, dll. Jadinya agak bingung juga pas baca edisi yang baru😦

  16. Rika… gue baca sinopsis dari lu aja deh, terasa terbawa2 kedalam suasana di Eropa sana. Mana bisa diterapkan di sini rumah kebunnya! Yang ada di Indonesia kalau lari ke rumah tetangga, tau2 ilang…. tau2 diculik… arghhh *gak bisa korelasi, maklum jadi inget sama kisah di Bali yg lagi ngehits*. Cara elu ngejelasin tuh enak banget deh Rik, you are a great story teller!

  17. seri anak-anak bullerbyn baguuus.. sama satu lagi, serial Madita (Madicken). bukunya ada 2, Madita, sama Madita dan Lisbet. dulu baca pas jaman SD, minjem dari mobil perpustakaan keliling😀

  18. Gue jadi pengen ke perpus kota nyari bukunya. Pasti ada lah ya.. Sekalian belajar bahasa Swedia gitu.. *harapan tinggi* xD

  19. Sangat terkesan sama cerita Lotta. Pertama aku baca di bonus kumpulan cerita majalah Bobo, sekitar tahun 92, umurku 10 tahun. Dapet ide juga untuk kabur dari rumah ala ala Lotta gara2 dimarahin ibu, karena males2an disuruh nyuci piring. Tapi rumah aku di kampung bok, yang jam 5 sore aja udah sepi kayak kuburan. Batal lah niat minggat😀

  20. ooooohhhh dulu banget pas SD punya nih bukunya, yang covernya gambar si lotta meluk selimut (ato si boneka babi ya?) sambil ngempeng jempol… duuuhhhh baru nyadar kalo bukunya udah raib dari rak :(((((

  21. ditunggu foto2nya kakak🙂

  22. Saya punya seri Bullerbyn ada 3 judul, smp sekarang masih sy simpan. Seru banget tuh buku + gambar2nya bagusss bangett…
    Niatan sih warisan buat anak2 tp sayangnya anak saya gak suka baca hiks…
    Nyari buku AL yang lain susah ya di indo! Saya cari di Gramed gak pernah nemu sama buku2 Laura Ingalls jg dah gak ada lagi kayaknya….
    Cari di mana ya buku AL yang lain??…

    1. Betul. Bullerbyn gambar-gambarnya baguuuuus banget. Apalagi di buku versi gambar berwarnanya.
      Nyari buku AL memang udah susah di Indonesia, cari online aja juga gak ketemu. Kalau mau palingan cari yang bersi bahasa Inggris dari website luar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: