racun-racun belanja dari paris

1. La Vallee Village

Sekedar info aja, ya. Kali-kali ada yang belum tau. Di Paris ada beberapa factory outlet yang lumayan beken, salah satunya La Vallee ini. Sebenernya letaknya agak di luar kota Paris, tepatnya dimana gue kurang tau karena waktu ke sana disetirin Irwan dan April sementara gue tinggal tidur di jok belakang. Tapi lumayan berasa lah jauhnya dari pusat kota Paris.

La Vallee ini pusat pertokoan yang cantik sekali

La Vallee ini pusat pertokoan yang cantik sekali

La Vallee ini seperti sebuah desa kecil yang isinya pertokoan semua. Di sana ada satu mall besar dan di sekitarnya ada kumpulan toko-toko kecil yang jual barang-barang bermerk dengan harga diskon. Buat gue pribadi, biarpun judulnya FO tapi harga barang-barang di sana tetep mahal karena yang dijual memang merk-merk mahal seperti Longchamp, Lancel, Armani Exchange, Burberry, TUMI, Villeroy and Boch, dan lain-lainnya. Ada juga merk-merk Amerika seperti Coach dan CK, tapi udah masuk FO pun harganya tetap masih mahal, gak kaya di Amerika sana.

Biarpun begitu, kalo lagi beruntung bisa juga ketemu satu dua jackpot di La Vallee sini, alias barang dengan harga murah sekaleee. Kata April sih biasanya di Timberland ada aja barang-barang yang harganya super dibanting. Kaya kemaren kita ngeliat over the knee boots seharga 69 euro dan down coat seharga 60 euro.

Pas banget, ih, waktu di Paris itu down coat gue rusak. Retsletingnya jebol jadi gak bisa ditutup lagi. Ngeliat ada down coat semurah itu (fillingnya 80% goose down!) gue dan Putri sepakat buat beli, gak masalah kalo kami terlihat seperti anak kembar yang jaketnya persis sama. Lucunya, pas lagi bayar, si kasir keliatan bingung banget. Sepertinya ada kesalahan harga.

Berhubung kesalahannya bukan di pihak pembeli gue dan Putri tetap membayar down coat tersebut dengan harga 60 euro. Sedetik setelahnya si kasir buru-buru mengganti harga down coat yang tersisa menjadi 184 euro. HAHAHAHAHA. Jackpot besar banget iniiiiiiiii! Kalau liat di website Timberland, jaket ini harganya 280 euro.

Seragam

Seragam

Selain itu gue juga beli tas buat nyokap di outlet Longchamp. Ada satu tas yang masuk budget gue, modelnya pun lumayan manis (biar pun liningnya bermotif macan….roooaaarrrr), tapi di sekitarnya ada juga tas-tas serupa dengan warna berbeda yang harganya empat kali lipat lebih mahal.

Kenapa yang satu ini bisa murah ya? Bukan kulit apa ya?

Jadi gue tanya dong ke pramuniaganya

“Maap mbak, tas ini bahannya apa sih?”

“Ini dari kulit sapi”

“Ohhh…good, jadi ini kulit” gue kesenengan

Gak nyangka mbaknya jadi jutek banget ke gue “Yes, of course. This is LONGCHAMP. Of course it’s leather” saut si mbak sambil memutar bola matanya (seriously)

Hiiiiiih, gue jadi keseeeeeeeeeeeeel. Iya, emang gue sukanya beli tas di H&M. Kulitnya imitasi semua. Emang napa? Lo kira semua orang harus tau longchamp, hah? HAH??????

April mencoba menenangkan gue yang jadi cemberut terus

“Udah, Rik, mending lo ke sana aja lagi. Bilang ke mbaknya ‘Excuse me, miss. Saya nanya kan karena saya takut ini kulit babi. Soalnya saya capek bolak balik wudhu tiap abis megang tas’ ”

Anyway, untuk tas kulit longchamp seharga 170 euro, I thik it was a pretty good deal. Dan inget, kulitnya bukan dari babi! HAH!

O iya, kemaren itu tas sejuta umat, Le Pliage, warna biru dan abu-abu ukuran medium di jual seharga 37 euro.

Trus,.. gue juga naksir banget segala barang yang di jual di outlet Villeroy and Boch. Pas banget satu toko itu kemaren lagi diskon, harganya jadi murah-murah banget. Toples kue yang di Helsinki harganya 80 euro di sana cuma 37 euro saja. Satu set sendok, garpu dan pisau makan mulai dari 69 euro. Pengennya sih peralatan makan gue dari Villeroy and Boch semua ya, tapi nyari mati namanya kalo masih punya dua anak kecil (selain itu dompetku memang lebih berjodoh sama Ikea)

Kalo menurut April harga-harga di La Vallee bakal lebih murah lagi di musim sale. Januari nanti puncaknya sale musim dingin. FO pun bakalan ikut banting harga dan stock barangnya juga bakal ditambah. Seperti misalnya, kemaren itu di Longchamp cuma ada Le Pliage warna biru, kalo lagi musim sale pilihannya bakal lebih beragam lagi.

2. Cocotte

Konon di setiap dapur di Perancis pasti ada benda ini, Cocotte, atau sering juga disebut sebagai french oven (dan ada juga yang menyamakannya dengan dutch oven). Panci bertutup ketat terbuat dari cast iron yang beratnya bikin turun bero.

Cocotte ini cocok untuk makanan tipe slow-cook, misalnya makanan yang harus dipanggang/direbus selama berjam-jam. Berkat tutupnya yang ketat dan berat itu kaldu makanan yang dimasak tetap tersimpan dengan baik. Hasilnya makanan jadi empuk, juicy dan guriiiih. Nyam, nyaaammmm.

Enaknya lagi, cocotte bisa dipakai di stove top dan di dalam oven. Misalnya kita tumis dulu ayamnya di atas kompor, setelah itu baru dimasukkan ke dalam oven tanpa harus ganti wadah. How convenient!

Dan yang sebenernya paling bikin menggoda adalah: warnanya!

Cocotte merk perancis biasanya dilapisi enamel dengan warna-warna menarik. Coba liat dua merk yang paling terkenal di sana: Staub dan Le Creuset. Aiiiiihhh, panci kok warnanya kaya permen? Pengen gue gigit.

Staub

Le Creuset

Kabarnya resto-resto kelas atas di Perancis menghidangkan makanan mereka dalam wadah cocotte (biasanya ukuran individual) karena warna-warni cocotte ini memang make a statement banget.

Langsung deh gue jadi kepengen punya cocotte juga. Apalagi pas nginep di rumah Lusti kami disuguhi ayam a la perancis yang dimasak pake cocotte.  Ayam dan sayurannya bener-bener lembut, juicy dan gurih banget. Wadooooooohh, hati gue jadi makin galaw. Aku mau punya cocotteeeeeeeeeeeee!

Ada yang suka masak pake cocotte? Sharing dong pengalamannya ke gue!

3. Moulinex cookeo si multicooker serbaguna.

Ini juga hasil berkunjung ke dapur Perancis. Yah, rumahnya sih punya orang Indonesia tapi kan tetep, ya, lokasinya di Paris.

Anyhow, gue melihat si alat masak seperti robot ini di dapurnya Dini, host kami waktu itu.

Ini teh apa? Pikir gue waktu melihat si cookeo.

Kaya rice cooker tapi kok segede bagong? Dan bentuknya kok kaya dari luar angkasa begini?

“Oooooooohhh….ini alat masak andalan gue” jawab Dini. Hampir segala masakan bisa disiapkan di situ. Bisa pilih juga mau masaknya cepat atau lamban. Cocok buat bikin sup-supan, bisa juga buat bikin bubur. Coba deh masak sop buntut pake ini, cepet jadinya dan rasanya mantap. Kaldunya itu loh,… meresep bangets.

Gile deh, si Dini promosi abis-abisan.

Langsung malem itu gue sibuk nge-google moulinex cookeo dari hape. Ternyata si cookeo ini gadget multicooker, pressure cooker and slow cooker in one! Waw! Cookeo juga bisa dipakai untuk browning dan reheating makanan. Udah? Segitu aja? Beluuuum! Masih juga bisa berfungsi sebagai rice cooker dan steamer. Canggih pisan kamu, Yo (Cookeo)!

moulinex cookeo (dari amazon.fr)

Sebenernya ada banyak gadget multicooker lainnya. Ada merk Philips, Tefal, Cuisinart, dll. Tapi gak semua ada fungsi pressure cookernya. Untuk mesin dengan fasilitas pressure cooker harga cookeo masih masuk kategori bersahabat.

Dini sih udah panas banget ngomporin gue buat beli cookeo, masalahnya kita orang punya dapur kecilnya bukan main. Gak cukup buat naro cookeo yang ukurannya lumayan bongsor ini.

Tapi kok kebetulan banget rice cooker gue memutuskan untuk mangkat hari ini? Harus diganti baru! Lha, sekalian aja apa, ya, beli cookeo? *galaw*

Jadi,…ada yang pake multicooker gak? Mau dong reviewnya. Agak susah loh cari review multicooker di internet. Kayanya multicooker ini cuma beken di Perancis dan Eropa Timur jadi reviewnya dalam bahasa-bahasa asing yang gue kagak ngerti.

Btw, ngomongin multicooker, jadi teringat gadget masak numero uno yang pernah gue liat di Come Dine With Me Australia: Vorwerk Thermomix. Atau sering juga dipanggil Bimby.

Thermomix Bimby, sembah sujudku untukmu

Sama kaya multicooker mesin ini bisa dipake buat browning, slow cook, ngerebus, steam, dan lain-lainnya. Trus, bisa juga berfungsi sebagai blender, mixer, pengulen roti, timbangan, chopper, mincer daaaaaaaaaaaan….bisa membersihkan dirinya sendiri.

Sudahlaaaaah! Saya angkat tangan! Mesin ini terlalu canggih! Kayanya cuma kalah sama Anis-nya Rani yang kabarnya jago masak.

Sayangnya si Bimby ini mahal pake banget. Harganya 1000 euro, malih! Buat gue yang level masaknya masih senen-kemis gak pantes lah ya beli alat masak semahal ini. Tapi kalo dikadoin suami gak nolak sih #KODEEEE

Ada yang pake Bimby? Lucky you! Pinjem dong!

4. Syal kuning prestasi

Terakhir ya,…Mau pamer syal kuning yang gue beli di Zara La Defense. April bingung banget, sampe Paris kok gue ngotot minta dibawa ke Zara? Emang di Helsinki gak ada apa?

Abisnya gue kepikiran terus sama si syal ini dan tiba-tiba terbayang betapa kerennya foto-foto gue dengan syal kuning melilit di leher.

Ternyata bener loooooh….foto-foto jadi keren banget dengan sedikit sentuhan warna kuning mencolok (Sedikit? Kata April. Syalnya segede gaban sampai sering terseret-seret di tanah saking panjangnya)

Berkat syal kuning ini juga gue jadi gampang dikenali. Kalo lagi terpisah dari rombongan, yang lain-lain jadi gampang nemuin gue. Tinggal cari aja yang lehernya bengkak mencolok.

syal kuning prestasi

syal kuning prestasi

a little bit of yellow makes a lot of difference (ah,...itu perasaan dek Rika saja)

a little bit of yellow makes a lot of difference (ah,…itu perasaan dek Rika saja)

Advertisements

44 comments

  1. istrinyabayu · · Reply

    Gue punya syal ituuuu… warna abu2 yg panjangnya ga kira2…
    Kado dari arip *terus sedih lagi*
    *ra uwis2*

    1. arip seleranya oke yaaa

  2. Asli itu kocak pas bagian tas LONG CHAMP dari kulit babi…..
    Lagian kadang mbak2 SPG suka jutek ya dimana2….
    Syal kunignya emang gonjreng and bikin apik kok mba 🙂

    1. Apalag kalo gak ada air…terpaksa tayamum kan abis megang tas

  3. Spg jutek ternyata bukan cuma ada di Indo, huahaha…
    Btw, outfitmu aku sukaaaaa! Cantiiiikkk! 🙂

    1. lbh enak di Indo, kalo dijutekin jawabnya gampang, pake bahasa sendiri.

  4. wah tempat belanjanya kece-kece…apalagi syal nya keren deh di foto terakhir sampai ada capture burung terbang segala latar atasnya… 🙂

    1. hahahahha sitiiiii….perhatiin aja ada burung melayang di foto

      1. iya soalnya foto nya kece kece….syalnya memang bener2 gede dan panjang yaaa… kalo pake disini saya bisa tercekik kepanasan lol

      2. bener…panjang dan tebeeel banget. Mending dijadiin bantal kalo buat di Indo

  5. Waaa… eiffelnyaaa,… pengen kesanaaa…

    1. memang cantik si eiffel ini

      1. Mbaknya juga cantik 😀

        1. berkat syal kuning! Aslinya mah biasa bangeeet 😀

        2. hahhaaa,… gitu yaaa *brb cari syal kuning 😀

  6. mantabs syal kuning prestasinya, rik 🙂
    udah boleh nih rik berhashtag ootd 😉

    1. bener2 properti foto2 syal ini. Makenya repot karena panjang banget, tp bikin foto2 jadi keren

  7. Wulan Aquariyanti · · Reply

    Waktu itu liat foto lo di fesbuk bersyal kuning mau komen kece tapi bukan lo yg upload. Mumpung dipost disini, mau bilang, “syalnya keceee! cakep!”

    1. ih kamyuuu….bisa aja bikin ge-er
      kayanya gue emang berjodoh dengan warna2 mencolok deh

  8. Suka banget ama syalnya mba Rik. Keren jadinya itu poto. Hahahaha.
    Eh emang ada ya tas dari kulit babi? Baru tahu.
    Dan long coatnya itu jackpot banget mba. Kebayang si tokonya ngedumel abis-abisan dua barang kejual murah banget

    1. gue kurang tau juga dan, ada gak ya tas kulit babi. Kalo sepatu sih katanya ada.
      Sebenernya gue kurang suka warna down coatnya, tapi namanya pun barang diskon ya, gak bisa milih2

  9. Rika, aku suka masak pake dutch oven, soalnya bisa ditinggal. Kalau masak stew dan kerabatnya pake panci biasa kan mesti diliat-liat, paling engga tiap 1/2 jam lah buat diaduk kalau ngga kepengen ada kerak gosong di dasar panci, kalau pake dutch oven ini mah beneran santai, api kecil tutup panci, tinggalkan 2.5 jam ngerjain yang lain. Trus buat masak rendang juga praktis, begitu santan mendidih, tinggal dipindah ke dalam oven.

    Tapi, kalau jarang masak yang jenis slow cook, rugi kalau beli ini, mahal soalnya, walau udah diskon pun.

    1. Felissssss. Langsung tertarik nih denger cerita bikin rendang pake dutch oven. Udah gue order via amazon cocottenya. Mau bikin rendang juga dong kaya elo. Gue gak pernah berhasil bikin rendang. Recipe, pretty please? Yang sedetil2nya biar mudah diikuti.

      1. Rika, resepnya bisa dimodifikasi sesuai selera dan bahan yang ada, kata mamaku, kalau bumbu terbatas yang penting pakai cabai, bawang putih, bawang merah, jahe, ketumbar,pala, daun jeruk. Kalau ketemu daun kunyit, bisa ikut dicemplungkan juga. Kalau berminat memakai resepnya William Wongso, ia pakai cengkeh dan asam kandis, bisa dilihat di sini: http://tmi.me/p8Nas.

        Daging sapi : 1 kg
        santan: 1 l (yg kental)

        Bumbu yang dihaluskan:
        Bawang putih : 10 siung
        Bawang merah: 12 siung (tergantung besarnya sih, sebenernya 1:1 dgn bawang putihnya)
        Jahe: sejempol (atau 1/2 sdt)
        Laos: 2 jempol (atau 1 sdt) (kalau ngga ada, ngga pake ngga apa-apa)
        Kunyit: 1/4 sdt (kalau ngga ada, ngga pake ngga apa-apa)
        Merica putih: 1/2 sdt
        Ketumbar: 1 sdt
        Cabai: antara 100 gr-250 gr (tergantung harga dan tingkat kepedasan cabai yang ditemukan)
        Pala: 1/4 sdt

        Bumbu yang dicemplungkan saja:
        Daun jeruk: 5-6 lembar
        Sereh: 2 biji (kalau ngga ada, ngga pake ngga apa-apa)
        Garam : 1 sdm

        Cara:
        1. Tumis bumbu halus hingga wangi
        2. Masukan sereh, daun jeruk, garam kemudian masukan santan
        3. Setelah santan mendidih masukan daging
        4. Begitu mendidih lagi, langsung pindahkan ke oven yang sudah dipre-heat sekitar 200 -180 C. (pakai fan 180 C). Oh, jangan ditutup cocottenya.
        5. Biasanya sekitar 1-1.5 jam, santannya mulai keluar minyak. Keluarkan sebentar buat diaduk supaya rata minyak dari santannya sambil turunkan suhu oven hingga sekitar 120 -100 C. Kalau mau menambahkan kacang merah (yang sudah direbus dulu) dan kentang kecil-kecil, sekarang dimasukkannya.
        6. Cek 1-1.5 jam kemudian, kalau masih dirasa kurang kering bisa ditambah lagi waktunya, tapi jangan lupa dicek tiap 1/2 jam.

        Buat suhu oven, berhubung oven yang satu dengan oven yang lain suka berbeda perilakunya, prinsipnya, 1-1.5 jam pertama diatur suhu ovennya agar rendangnya seperti dimasak di api kecil. Setelah itu sebenarnya cuma buat menguapkan airnya saja, suhunya lebih turun lagi, biar dagingnya tidak gosong.

        Waktu akhirnya berhasil bikin rendang pakai oven, seneng banget, ngga mesti ngaduk-ngaduk lagi soalnya :-D.

        1. Felis…nanya lagi. Waktu numis dan nunggu santannya mendidih pake api besar, sedang atau kecil?
          Gue baca-baca katanya api besar gak bagus untuk dutch oven ya?
          Jadi semangat nih menunggu dutch ovennya dateng. Yg males bikin rendang memang ngaduk2nya itu.

        2. Api kecil, rada lama emang nunggu minyaknya panas. Tapi sekali panas, dutch oven itu enaknya panasnya rata dan tahan lama, ngga perlu api besar jadinya dan lebih hemat gas.

  10. Rika…. ternyata 4 hari di Parisnya seru banget kan… Manteb banget sih itu outlet… mau mau mau. Eh itu di four seasons semua makanan di restonya di serve pake dutch oven itu loh. Sampe pas gue mau ngambil keberatan, kudu dibukain sama chefnya. Pegel bo… jadi ga puas ngambilnya krn ditontonin hahahaha….

    1. Seru, Le. Seru! Melancong bareng temen emang udah jaminan seru sih ya.

      Hahahaha…si dutch oven ini emang beratnya bikin tangan berotot ya. Semoga masak pake dutch oven bikin gue cepet kurus

  11. Chelle Handojo · · Reply

    syalnya tjakeeeep .<
    (di Korea juga mereka punya 'panci yang pasti dipunyai' cuma bahannya tipis dan warnanya kuning emas gitu, buat masak sup ato ramyeon hahaha)

    1. Makasih Chel,
      tiap negara punya alat masak khasnya ya. Orang Indonesia juga terkenal dengan ulekan dan cobeknya

  12. klo di korea tempat belanja kek gtu disebutnya premium outlet dan barangnya jg murah..
    jam swatch 200rb rupiah aja hihi
    ah itu petugas longchampnya jutek bener..lagi pms kali yak
    dan omong-omong soal kulit babi, di korea sepatu ama tas yg dari kulit babi itu murah-murah,,suka patah hati pas tau naksir sepatu bagus dan murah eh tnyata dari kulit babi 😦

    1. taunya kulit babi gimana sih qonita? ada di tulis?
      kalo di sini kayanya gak pernah ada info kulit yang dipake kulit apa.

      1. waktu itu dikasih tau temen dari link ini mbak http://lilbookbinder.wordpress.com/2009/01/19/leather-identification/
        http://zabigfatblog.blogspot.kr/2013/01/how-to-know-its-pigskin.html
        tapi pernah aku beli sepatu yg dicurigai ama temenku sol dalamnya dari kulit babi, jadinya di bagian sol dalemnya aku kasih plastik hehehe, tapi emang sepatu murah sebulanan jebol 😛

  13. Rik, toko aksesories yg manis bgt di montmartre ituhhh… Bikin penasaran nama tokonya apa ya? Gw sampe cek google street view tapi blom update masih toko lama. Huhuhu…

    1. gue juga priiiiiiiil
      sampe liat google map
      tapi gak ketemu.
      Di kantong kertasnya itu gak ada ya nama tokonya?

  14. Rik, soal sepatu kulit babi pernah gw bahas di blog gw, http://d-rahmans.blogspot.sg/2012/06/sepatu-piglet.html, keliatan cap kaki tiga bijik kalau dr deket. Kalau tasnya setau gw yang biasa pake pig skin yaitu prade, Gucci, dan “kelly” hermes

  15. Bener kok mba, syal kuningnya bikin mba rika terlihat semakin kece 😉

    1. awww…awww…sungguh syal prestasi!

  16. Multicookernya gue cek di amazon.de harganya 289,90€ – tapi gak ada keterangan watt-nya. Kalo diwarisin sayang bener yaaa, tapi kalo watt-nya seribuan, bayar listriknya di indo mahil.

    1. sefa, coba cek di amazon.fr
      lagi 179 plus ongkir ke Fin 10euro. Lebih muraaah

      wattnya kalo gak salah 1200

  17. Faris Basalamah · · Reply

    Mba rika waaah infonya sgt bmanfaat, kebeneran dlm wkt dkt mo kesana, kl yg jual berlian di paris tau gak mba? Hrgnya sm disini jauh g yaaa kan lumayan kl hrg nya miring, kebenera pas lg pengin beli, pikir2 beli disana mgk lbh mrh…..btw syaaaal nya keren…hehe, fitri

    1. halo Fitri, maaf jawabnya telat yaaa. Dan sayangnya aku gak tau apa2 nih soal berlian, beli sebiji pun belum pernah jadi gak ngerti juga apakah di Paris lebih mahal atau lebih murah. Jangan2 kamu udah di Paris ya sekarang? Senangnyaaaa

  18. Zanni · · Reply

    Wah coba kalo sy nggak baca blog ini nggak kepikiran ttg kulit babi. Alhamdulillah. Thanks all.

  19. Yohan · · Reply

    Hi sis,

    sorry banget ya numpang posting

    http://www.kaskus.co.id/post/5505ae6ba1cb17bd4e8b456b#post5505ae6ba1cb17bd4e8b456b

    saya jual panci staub la cocotte di jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: