dua tahun samiun

Kalo diperhatiin, sepertinya gue jarang bercerita tentang Sami di sini. Bukannya mau pilih kasih, tapi Sami memang sering kalah suara sama Kai yang anaknya jauh lebih bawel dan banyak aksi. Anak-anak seperti Kai tampaknya menghasilkan lebih banyak cerita. Sementara Sami si anak anteng, biarpun gak sering disebut-sebut di blog ini, sebenarnya lebih sering peluk-pelukan sama äiti di dunia nyata.

September yang lalu Sami ulang tahun yang ke dua. Seperti biasa äiti bikin muffin, beli lilin dan pagi-pagi kami semua bernyanyi selamat ulang tahun untuk Sami. Niat mau bikin pesta kecil-kecilan bareng temen kembali batal. Biasalah, kemalasan melanda. Insya Allah tahun depan ya, nak.

Secara umum Sami masih jadi anak yang anteng, gak terlalu bawel ngomong tiada henti, gak juga terlalu hiperaktif. Kadang gue merasa Sami ini lebih dewasa dibanding abangnya. Sami lebih mandiri, lebih berani, lebih tenang, lebih percaya diri dan konsentrasinya juga lebih tinggi. Coba deh kasih lego atau seperangkat mainan kereta buat Sami, anaknya bisa betah main sendirian berpuluh-puluh menit. Beda sama Kai yang senantiasa selalu butuh perhatian, butuh ditemenin, butuh main bareng, paling gak bisa sendirian dan gampang frustasi dalam mengerjakan aktivitas motorik halus. Singkatnya, ngangon Sami lumayan gampang.

Tapi ada juga masa-masa gue ngerasa Sami ini good boy gone bad. Di usianya yang dua tahun ini Sami tumbuh jadi anak yang sangat keras kepala. Kalo lagi ada maunya anak ini susah sekali didistraksi. Dan kalo jurus mengancam atau menakut-nakuti umumnya berhasil buat Kai, untuk Sami kedua jurus tersebut sama sekali gak berguna.

Misalnya ketika gue suruh anak-anak bersiap untuk pergi, sering gue keluarkan ancaman: “Yang gak mau ganti baju boleh di rumah aja gak ikut äiti”. Biasanya Kai langsung terbirit-birit memakai snowsuitnya sementara Samiun tetap asik sama mainannya pura-pura gak denger omongan äiti.

“Sami mau pake baju?”

“Ndak”

“Sami gak mau ikut pergi?”

“Ikut”

“Ayo dong sini pake baju”

“Ndak. Sami mau main mobiw duwu….bbbbrrrrrm….bbrrrrrmmmm”

Biasanya masalah selesai kalo gue ijinkan dia memegang mainannya sementara gue memakaikan bajunya. Tapi kadang susah juga kalo mainan yang lagi didemenin ukurannya segede gaban.

Di malam hari masalah gue lain lagi. Nidurin dua anak ini cukup bikin otak gue korslet. Susahnya minta ampun bikin dua bocah berbaring tenang di tempat tidur tanpa loncat sana sini, saut-sautan dan ujungnya berantem.

“Udah deh….kamar ini cuma buat tidur. Yang masih mau main, mau ngomong, mau loncat-loncat silahkan keluar” begitu ancam gue.

“Kai mau tidur…Kai mau tidur. Gak mau keluar äiti…maaf yaaa…Kai tidur yaaa” si anak sulung langsung panik

Si anak bungsu seperti biasa masih asik sendiri, cuek sama omongan äitinya.

“Sami masih mau nyanyi? Mau main? Mau dorong mobil? Ya udah….di luar aja sana ya”

“Okei bows” anaknya menjawab

“Bener mau keluar?” Gue coba buka pintu untuk menegaskan dan si anak kecil pun ngeluyur ke luar kamar sambil menggotong mainannya.

“Ngeeeeeng….ngeeeeeeeeeng…Sami lagi nyetir mobiw. Tuuut…tuuut” terdengar suara Sami asik bermain di luar. Bikin Kai jadi panas dingin mendengarnya.

Diam-diam gue matikan beberapa lampu biar suasana di luar kamar jadi remang-remang. Suasana yang pasti bikin Kai kelabakan, tapi tampaknya gak punya efek untuk Sami.

Gue coba matikan seluruh lampu biar ruangan jadi gelap gulita, mau liat reaksi anaknya.

“Huwaaaaaaaaaaaaaaaaa” terdengar anaknya protes. “Yeeesss” gue pun berseru, kesel juga dari tadi dicuekin Sami.

Klik, terdengar suara saklar lampu ditekan. “Anan matiin wampuuuuuuu” Samiun berteriak. Sialaan, gue lupa kalo si bocah udah bisa nyalain lampu.

Mau gak mau harus main paksa membawa Sami kembali ke kamar. Anaknya protes, marah, nangis-nangis, tapi biasanya langsung mereda begitu dipeluk dan disayang-sayang. Gak pake lama anaknya pun tertidur. Fiuuuuuuh.

Sebetulnya Sami memang paling suka tidur sambil dikelonin, tapi saat ini gue ingin melatih Sami supaya bisa tidur sendiri. Dua mingguan ini cukup berhasil sih, anaknya bisa tertidur sendiri gak pake nempel di ketek äiti. Tapi ya teteup….kalau Sami terbangun tengah malam gue terpaksa hijrah ke kamarnya dan kelonan berduaan. Setengah jam pertama sih masih enak, tapi kelonan sampe pagi bikin gue pegel-pegel. Jadi resmi sudah…4 tahun sudah gue gak pernah tidur nyenyak. Kenapa sih Sami masih suka bangun tengah malam, nak?

Masalah lain yang juga semakin berat adalah mendisiplinkan Sami. Anak ini sungguh suka bertindak seenak hatinya saja. Satu sisi percuma marah sama Sami karena anaknya cuek bebek seakan gak peduli, di sisi lain memang sulit sekali marah sama Sami karena anak ini bisa bikin dosa sambil tersenyum seperti malaikat.

Misalnya saat ini Sami suka sekali memukul. Entah lagi marah, sedih, seneng atau gemes tangannya bisa tiba-tiba melayang “Plaaak” mendarat di muka orang lain.

“Samiiiii. Gak boleh pukul-pukul” Suara gue meninggi

“Maaf äiti” kata anaknya tersenyum sambil memeluk dan mencium gue bertubi-tubi. Jelas hati gue langsung luluh dibuatnya. Dan semenit kemudian kejadian lagi “Plaaaaaaaak”, muka gue kembali jadi korban pukulan Sami.

Masalah disiplin akan barang pun masih sulit sekali diajarkan ke Sami. Gue suka merasa Sami ini pemalas,…atau mungkin terlalu cerdas. Dia tau pada akhirnya pasti gue juga yang mungutin barang-barangnya yang berceceran. Strateginya pun sama, pura-pura gak mendengar tiap kali gue perintahkan untuk menaruh mainan/baju/sepatu/topi/sarung tangan pada tempatnya. Kalo gue udah mulai marah anaknya tersenyum manis, minta maaf dan peluk-peluk mesra….untuk kemudian ngacir lagi tanpa menjalankan perintah äiti. SAMIUUUUUNNNNN!!!!!!!!!!!!!!

Makanya waktu pulang kampung ke Jakarta kemarin Sami dapet nama kesayangan baru dari Oma-nya. Si “Ondak” karena setiap dikasih perintah pasti jawabnya “Ondak”

“Makan yok”

“Ondak”

“Mandi yok”

“Ondak”

“Sami sini dong”

“Ondak”

Sekalian aja dong ya kita panggil anaknya si Ondak.

“Ini si Ondak ya? Halo Ondak….lagi ngapain Ondak?”

“Utaaaan….Ini utan Ondak”

“Lho? Ini bukan si Ondak? Jadi ini siapa dong?”

“Ami”

“Sami siapa?”

“Eehhh…ehh….Amiun”

Tapi coba kalo kita panggil dia Samiun. Anaknya tetep protes

“Ini utan Amiun. Ini Ami aja” Begitu jawabnya hingga dua minggu lalu. Sekarang ini jawabannya udah semakin keren

“Siapa ini”

“Sami”

“Sami siapa namanya?”

“Sami Satiya Mawtinen”

Tepuk tangan dong buat anakku Sami *plok plok plok plok*

Cerita lainnya,…alhamdulillah Sami makannya gampang, makannya juga udah makin rapih, gak terlalu banyak berceceran, paling suka makanan berkuah dan seperti orang Indonesia sejati kuahnya dihabiskan dengan cara ditenggak langsung dari mangkoknya. Ajaran siapa ya ini? Äiti sama isi gak pernah begini deh kayanya.

Selain itu, sampai saat ini perkembangan bilingualismenya juga membahagiakan. Sepertinya sih bahasa Indonesianya sedikit lebih lancar, tapi Sami juga gak pernah bermasalah dengan bahasa Finlandia. Malah, menurut isinya, Sami lebih sensitif terhadap perbedaan aturan dan grammar dibandingkan Kai. Sami sudah mulai berbicara dengan menggunakan present tense, past tense dan genitive format.

Berbeda dengan Kai yang tidak terlalu suka sentuhan fisik, Sami suka sekali peluk-pelukan, ndusel-nduselan dan cium-ciuman. Bangun pagi belum lengkap kalo belum dicium Sami sampai muka basah. Jemput ke daycare pasti disambut dengan pelukan erat dari Sami. Dan pastinya kalo malem cuma mau tidur sambil kelonan sama äiti.

Terhadap Kai, Sami masih mengganggap Kai lah idola utamanya. Apapun yang Kai lakukan pasti Sami mau ikutan juga. Walopun kalo lagi bad mood semua perkataan Kai pasti dibantah sama Sami.

“Liat äitiiiii….itu pesawatnya besaaaar” kata Kai

“Ndaaak…Keciiiilll..pesawatnya kecil” Sami membantah

“Aiti nyanyi nina bobo dong”

“Ndaaaaaaak….nyanyi bintang kecil….bintang kecil aja”

“Kai mau duduk situ”

“Ndak boweeeeeeeeh…Tai ndak boweh duduk situ”

Tinggal tunggu aja deh mana yang nangis duluan. Dua anak ini memang sekarang sering sekali kelahi.

Yang pasti sih, dibalik berantem-berantemnya Kai dan Sami, gue tetap tau mereka juga saling sayang. Kai selalu khawatir kalo Sami gak ada di dekatnya. Sami selalu mencari-cari kalau Kai lagi dibawa pergi isinya. Dan sekarang ini mereka udah bisa kompak main berduaan berjam-jam lamanya. Eerr….gak juga deng, paling cuma satu dua jam maksimal. Tapi lumayan banget lah buat ortunya ambil nafas.

Rapor dari daycare menyebutkan kalo perkembangan Sami sesuai dengan usianya, a happy kid yang sering tersenyum, senang bermain lego, pintar makan dan tidur siangnya pun bagus. Yang harus dilatih adalah keterampilan-keterampilan yang akan membantu Sami lebih mandiri lagi , seperti melatih Sami memakai dan membuka baju, sepatu dan jaketnya sendiri. Nanti kita coba ya, nak.

Semoga Sami tetap jadi anak yang bahagia dengan senyum manisnya yang selalu mengembang. Dan sampai kapanpun äiti dan isi akan tetap senang dijadikan objek peluk-peluk dan cium-ciumnya Sami.

Biarpun udah terlambat, tapi äiti ucapkan sekali lagi ya…

selamat ulang tahun anakku sayang…

IMG_1830 IMG_3164 IMG_3033 IMG_3187 IMG_3913

20131102-090301.jpg

20131102-090423.jpg

20131102-090446.jpg

20131102-090401.jpg

Advertisements

59 comments

  1. Selamat Ulang Tahun, Sami.. #telat ngucapin 😀

    1. abis äiti-nya juga telat ngepost 😀
      makasih yeye

  2. Selamat ulang tahun sami,,,,lirikan mata kamu duh duh bikin gak kuat 😀

    1. itu foto candid sebenernya, eh pas banget Sami lagi ngelirik

  3. Samiiiiiiiiiiiiiiiiun heheeee… kecups basaah :* sehat2 selalu ya nak, makin pinteeer dan semoga keras kepalanya kurang biar aiti gk sering2 ngomelnya :p

    1. dibales sama kecupan becek dari samiun.
      Aiti ngomel mah hobi, hihihihihi

  4. Happy belated birthday Sami ganteng!:)
    Sami adorable bgt!

    1. Terimakasih tante titin.
      Cium dari Sami

  5. happy birthday sami!!! lucu banget sih kamu nak! 🙂

    anak kedua emang lebih keras kepala dibanding anak pertama. sama kayak emma! hahaha

    1. iya ya man. Kayanya anak kedua lebih tough dan lebih keras wataknya.
      Anak2 pertama justru kayanya lebih sensitif

      1. iya rik… begitu kayaknya 😀

      2. Kalo diliat dari gue dan adek gw sih agak setuju sama komennya Arman nih Rik. Gw ama adek gw juga bisa dibilang gt sih. hahaha

        1. ade lo lebih tough ya be? Jangan lo yg sering di bully si adek? Hihihihihi

  6. selamat ultah Sami. ya ampun foto bawa tasnya lucukkkk banget

    1. hahahaha, aku pun suka foto itu. Sami sok dewasa sekali gayanya ya

  7. Sami jauh lebih bule yah dari kai.. 🙂
    Kita sama2 september nih ultahnya sami ganteng..
    Aku ngefans sama kisah Isi dan Aitinya Sami looh 😉

    1. Iya. Kulit sami lebih putih dan rambutnya kepirang2an. Ada yang bilang gen bule makin keliatan di anak kesekian. Eh, maksudnya, makin banyak anaknya makin keliatan gen bulenya di anak2 yang lebih muda.

      Makasih ya kalo suka kisahnya isi dan aiti

  8. Chelle Handojo · · Reply

    happy birthday samiii~~~
    eniho kak, aku kaget liat foto Sami, tiba2 udah gede gitu, terakher liat masih keciiil hahahaaha XD

    1. abisnya jarang sih ya pajang foto sami di sini. Tau2 udah bongsor aja

  9. happy birthday sami….
    lucu banget….
    tapi bener deh anak keduaku, lebih sweet disatu sisi,tapi ya ampun wataknya keras
    kalo kita bikin nada tinggi/marah, tangan dia langsung melayang, “plakkkkkk!”
    tp kalo kita bilang “sayang mama”..eh disayang deh kitanya.pdhal barusan dikemplang 😀
    *komen pertamaku disini kayaknya ya*

    1. halo joey. Salam kenal ya.
      Mungkin ini tipikal anak kedua ya? Lebih manis tapi juga lebih keras. Kalo udah keluar batunya ampuuun deh, gak bisa diapa2in.

      Sami juga sama persis, kalo aku bilang sayang äiti langsung peluk2 anaknya. Tapi abis itu lempar2 lego ke mukaku…Kalo aku marah anaknya malah ketawa, dikiranya lucu. Halaaah

  10. Senyum2 sendiri baca cerita sami..lucu banget sih mba :))

    Selamat ulangtahun samiun….:D

    1. makasih dian

  11. Hahahaha.. Okei bows..! :))
    Happy birthday samiiii… Sehat selalu yaaa 🙂

    1. makasih bows, kata sami. Hihihihi

  12. Selamat ulang tahun dd Sami :),,lucuuu bgt km ci 😀 btw pas lagi lari bareng abang Kai mirip bgt kayak kembar, muka bengongnya pengen diuyel2 nih,*kecup2

    1. ada beberapa orang yang bilang kalo kai dan sami memang mirip banget. Kayanya kalo sama2 lagi bengong atau lagi nyengir lebar pose muka mereka mirip banget.

  13. Happy birthday, Samiiiii. Ditambahkan semua yang baik ya Sami, jadi jawaban buat generasimu. Aduh gemeeess, dan muka usilmu itu ganteng naaaaak….Hahahaha, Rik, kau kira anak kedua bisa diperlakukan sama dengan anak pertama ya, Teng tong salah besaaaar *silahkan berusaha kreatif dan sabaaar, meanwhile cukuplah pelukan dan kruntelannya jadi balasan kesabaran ini*
    Rik berarti kalo anak ke 3 bakal bule banget dooong *ditujes aiti dan isi*

    1. Kalo anak ke 3 gimana, ndang? Beda lagi dari anak ke 2?
      Lebih ribet pasti ya.

      Hahahah….sebenernya penasaran pengen eksperimen anak ke tiga…tapi…tapiiii….atut aaah.

  14. happy birthday Sami! kamu lucu banget sihh… gemes deh..

    1. terimakasiiih

  15. Sami ganteng banget…Happy Milad ya Sami…

    1. uuuww, sami ge-er deh.
      Makasih fitri

  16. Happy born day samiiii….lucu banget sami nyaaaa pengen diuwel2 🙂

    1. makasih eliza

  17. Ih Sami lucu dehhh…. happy bday yahhh!!! *\^0^/*

    1. makasiiiih

  18. Met Ultah ya Sami,… 2 nop ya? eeh sama yak ultahnya sama Zidan, beda taonnya doang hehe..

    1. makasih roro. Sebenernya ultahnya Sami september, tapi memang ceritanya baru ditulis sekarang, telat.
      Selamat ulang tahun buat Zidan ya

      1. ooowwhh gt toh, hehee.. makasih yaa… 🙂

  19. Lucuuuu.. Cuteeee.. Eh iya salam kenal yak 😀

    1. salam kenal juga fanny

  20. Sami pinterrr 🙂
    Hepi birthday yaaa

    1. ihiiiyy…makasiiiih

  21. happy belated birtdhay sami!!! hahaha 🙂
    sami tambah pinter ya dan ga ngebatu biar ga bikin aitinya tambah cungkring 🙂

    1. hahahahahha….aitinya sih malah kepengen cungkringan dikit membuang lemak

  22. Walopun udah ngucapin happy bday di WA, tapi tetep gue gemes mau liatin foto2nya Sami… Towel pipi! Nanti ketemu lagi ya, sayang 🙂

    1. makasih leleeeeee.
      Next pulkam ke central park lagi main2 di kolam ikan sama ebiten

  23. selamat ulang tahun Sami….. meski telat ya….

    masih ingeeeet banget saat dulu lama gak nge blog karena Sami lahir, dan post terakhir tentang snowsuit (bener g sih?) ya Allah….kaya beberapa bulan yang lalu….

    1. makasih lulu. Telat kan salah aitinya nih yang ngepost ceritanya lama banget.

      Post tentang snowsuit itu udah lebih dari dua tahun lalu ya, luuu…gak kerasa. Gue ngerasanya juga kaya baru kemaren

  24. Samiiiiiii, kamu terlalu lucuuuuu! Happy birthday ya, tetap jadi anak yang selalu happy ya!

    1. eh kok baru baca komennya rouli yang ini. Maaf kelewat.
      Makasih ya Rouliiii

  25. samiuuuun samiuuuunn.. lucu banget siy kamu, selamat ultah ya nak, semoga nggak jail lagi sama Aiti, Isi dan kakak Kai

    1. samiun malah makin jahil niiih

  26. bayu tri · · Reply

    mbak your boys are beatiful 🙂 sami wajahnya bule sementara kai wajahnya lebih ‘indonesia’ ya?lucuuuu……:-)

    1. haih haih haih, ibunya kan jadi ge-er….makasiiiiiih

  27. wydya mulwy · · Reply

    halo mba rika, salam kenal 🙂 senang banget baca pengalaman mbak, sampai ngakak2 sendiri, hehehe, sukaaaaa bgt liat sami, btw mukanya mirip muka anak ke2 saya eh wataknya juga, hehehe

    1. ow yaaaa? anaknya pasti lucu-lucu gemesin tapi kalo udah bertingkah, ampuuuun hihihhih, seperti itu lah sami

  28. baru nemu blog iniiii. Suka banget sama tulisan mbak rika. rapi, enak dibaca, trus lucu-lucu! aku mau baca tulisan pertama tentang anak-anak atau suaminya atau hidup pertama di finland dong mbaaa. Linknya yang manaaa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: