nonton sister wives

Ada yang suka nonton Sister Wives? Reality show tentang keluarga poligami di Amrik itu? Gue suka bangeeeeeet. Kalo biasanya denger kisah poligami dari gosip atau cerita tangan kesekian, nonton serial ini berasa ikut masuk ke dalam keluarganya si Kody Brown, duduk manis, dan jadi penonton langsung.

Tahun lalu pun gue suka nonton Big Love yang juga berkisah tentang poligami, tapi kan ini serial fiksi, jadi banyak banget drama-dramaannya, ada yang diculiklah, ada yang matilah, ada perpolitikan lah,….et daaaahh…ini produsernya Ram Punjabi apa ya? Bedalah sama Sister Wives yang emang reality show.

Kody Brown sendiri memutuskan untuk membuka kehidupannya untuk public dengan tujuan supaya poligami, atau tepatnya orang-orang yang berpoligami, mendapat penerimaan yang lebih baik di US sana. Ternyata di US (atau di state tertentu yah? gue kurang ngerti) poligami dilarang oleh hukum dan pelakunya bisa masuk penjara. Jadinya praktisi poligami biasanya menyembunyikan jati diri mereka.

Si Kody ini sendiri berpoligami karena di agamanya, Fundamentalist Mormon (yang beda sama mainstream Mormon), poligami memang dianjurkan. Menurut agamanya berpoligami akan mendekatkan seseorang dengan Tuhan. Baik si Kody dan istri-istrinya pun berasal dari keluarga poligami, jadi ide untuk berpoligami ini sudah tertanam di otak mereka sejak lama. Bahkan sejak menikahi istri pertama pun, baik dia dan si istri pertama, sudah membuka ruang untuk kedatangan istri-istri lainnya. Bener-bener bikin gue takjub karena pada umumnya kan manusia kawin dengan pikiran “it’s only me and you beibeh”,  mana ada  kepikiran mau cari sparing partner lain. Yang bikin gue lebih menganga lagi pernikahan Kody dengan istri-istri berikutnya diprakarsai oleh si istri pertama. Bener-bener mental martir banget emang nih si istri pertama.

Di awal serial Kody punya 3 istri: Meri, Janelle dan Christine sementara di akhir minggu nge-date sama Robyn, calon istri baru. Setelah sekian bulan pacaran, atau courting kalo istilah mereka, Kody dan Robyn menikah. Genap deh Kody punya 4 istri. Anaknya? Ada 16 bok….eee buseeeeeeet, inget semua gak tuh  namanya?

Yang menarik di serial ini buat gue bukan cuma hubungan si Kody dan ke-4 istrinya, tapi juga sisterhood yang terjalin di antara para istri, atau sisterwives begitu mereka menyebutnya.

dari aoltv.com

Mungkin yah, karena emang dari kecil mereka udah terbiasa dengan konsep poligami, jadinya buat mereka punya satu suami disawer rame-rame gitu B aja. Normal banget. Malah sampe ada yang bilang “Gue gak bisa bayangin deh rasanya punya full time husband. Bosenin kali ya”. Di season pertama tampaknya memang mereka menekankan poin-poin positif dari poligami, misalnya para istri jadi punya banyak waktu buat dirinya sendiri. Anak-anak punya banyak mommies, artinya banyak yang ngurusin. Pembagian tugas di keluarga jadi lebih gampang, Janelle yang wanita karir bisa konsen sama kerjaan tanpa harus pusing di rumah anak-anak gak ada yang jaga. Christine yang homemaker bisa enjoy jadi stay at home mom tanpa ada pressure buat keluar cari duit.

Di season kedua ceritanya jadi lebih menarik, di sini mereka lebih blak-blakan ngomong soal perasaan mereka, terutama soal kedatangan Robyn di keluarga dan tentang kepindahan mereka dari Utah ke Las Vegas. Biarpun semua keliatan baik-baik aja tapi tetep ada perang batin di hati para istri. Christine yang udah 16 tahun jadi istri terakhir sekarang tergantikan posisinya oleh Robyn. Anak-anak, terutama yang remaja, masih terima-gak terima kalo mereka punya ibu baru. Dari lahir mereka udah terbiasa punya 3 ibu trus tau-tau ada orang baru yang masuk dan ngaku-ngaku jadi ibu mereka. Ada kejadian juga anak-anaknya Robyn (dari pernikahan pertamanya) di bully sama anak-anaknya Christine.

Di salah satu episode ada temennya Kody yang datang berkunjung minta saran dan bimbingan “how to date a woman when you’re married”. Si temen dan istrinya udah menikah sekian lama, udah punya anak 6 biji, hepi dan mapan hidupnya gak kurang sesuatu apapun. Tapi dalam hati kecil mereka ada semacam perasaan bersalah karena gak berpoligami, macam gak menuruti perintah Tuhan. Si teman ini sepanjang episode sibuk bertanya ini itu sementara istrinya kebanyakan diem. Tiap kali disorot keliatan banget kalo si istri ini pura-pura tegar padahal sedih sampe gue nontonnya pun jadi ikut sedih. Kebayang gimana rasanya hati gue kalo suami mau nambah istri. Hancur pastinya, jendral! Si istri pun mengakui kalo dia takut membayangkan malam-malam tanpa suami, belum lagi mikirin anak-anak yang nanti gak bisa ketemu bapaknya setiap hari. Ampun dah…gue langsung ngebayangin kalo Mikko yang mau poligami. Malem-malem tidur sendirian sambil mikir di rumah sana lagi ngapain ya? Lebih seneng kali ya disana? Kai sama Sami bingung gak ya bapaknya sekarang jarang pulang? Huwaaaaaaaaa……mau nangiiiiiiiiiisssssss.

Season Finalenya ternyata lebih blak-blakan lagi. Robyn mau melahirkan dan tiap orang punya pendapat yang berbeda-beda. Di kalangan anak-anak ada yang seneng, excited, dan gak sabar mau ketemu si bayi. Ada juga yang ignorant, gak peduli, gak seneng tapi juga gak bete. Ada yang ngerasa keluarga mereka udah kebanyakan anak, ngapain sih harus nambah lagi? Ada yang langsung punya ikatan adek-kakak sama si bayi, ada yang gak.

Di kalangan istri juga sama, reaksinya beda-beda. Janelle bilang dia bukan baby person yang super duper excited sama newborn. Christine sibuk bikin hadiah, katanya sebagai tanda minta maaf karena selama ini dia sering cemburu sama Robyn. Di sini juga Chrsitine ngaku kalo sejak pernikahan Robyn dan Kody dia sempet depresi dan sampai saat ini masih minum pil anti-depressant. Sementara Meri udah punya bebajuan dan mainan untuk si bayi. Meri bilang “Waktu kemaren Christine lahiran gue gak segininya, tapi kali ini beda, gue super excited karena bayi ini spesial buat gue, mungkin karena gue sangat akrab sama Robyn. Dari dulu gue pengen punya hubungan yang deep dengan sister wives gue dan gue mendapatkannya dari Robyn”

Gile bener kalo menurut gue sih, itu kan sama aja kaya ngomong dia lebih suka sama Robyn ketimbang sama sister wives yang lain. Anaknya Robyn lebih spesial buat dia ketimbang anak-anak sisternya yang lain. Apa gak bunuh diri ngomong kaya begitu? Dan juga kesannya Meri ngajak Robyn masuk ke keluarga supaya dia bisa punya sahabat sementara istri-istri lain terkorbankan. Liat tuh Christine yang sampe depresi saking cemburunya.

Tapi seperti yang mereka setujui bersama, poligami itu penting buat mereka, para istri, karena dengan berpoligami mereka belajar untuk mengatasi rasa cemburu, serakah, dan posesif yang pada akhirnya akan membawa mereka lebih dekat pada Tuhan. Memang berat di awal tapi in the long term mereka akan mendapatkan sahabat sejati seumur hidup yang siap melakukan apapun untuk  mereka.

Di akhir finale ini, begitu abis lahiran Robyn minta bicara berdua aja sama Meri “I want to catch you while you’re still emotional (from having a new baby in the family)”. Di sini Robyn menawarkan dirinya menjadi surrogate untuk Meri yang sampai saat ini cuma punya satu anak karena gak bisa hamil lagi. “I want to have a piece of you and Kody and be your surrogate”. Gak nyangka airmata gue sampe netes nontonnya.

Gue sih masih gak setuju sama poligami tapi dari nonton serial ini gue akui memang ada keuntungan dari gaya hidup yang satu ini, walaupun….tetep sih, buat gue kok sepertinya lebih banyak gak enaknya. Tapi kalo memang ada orang-orang yang pro-poligami, apalagi atas dasar agama begini, melakukanya tanpa paksaan, dan dalam prakteknya gak menyakiti siapa-siapa…yaa..silahkan aja. Sebisa mungkin gue coba untuk gak judgemental dan diskriminatif.

Catetan akhir: pastinya mau gak mau kepikiran ya tentang poligami dalam islam. Buat gue poligami ala Fundamentalis Mormon ini beda dengan di Islam karena kalo di FM poligami dianjurkan, sedangkan di islam (katanya sih) dibolehkan. Dianjurkan artinya sebaiknya dilakukan, dibolehkan artinya….kalo gak kayanya lebih baik deh. Dan lagi di poligami dalam Islam gak ada istilah sister wives ya? Maksudnya antara sesama istri gak diharuskan untuk menjalin hubungan ala sisterhood begini.

Ah…tau ah gelap…

Advertisements

16 comments

  1. Ahhh Rika, gue juga suka banget nonton Sister Wives! Hahaha. Show2nya TLC (gue tinggal di midwest amrik) banyak yg menarik2.. kalo ngga salah gue pernah baca di slh satu postingan lo juga suka Say Yes to the Dress ya?Channel TLC emang bikin nagih bo. Pernah nonton 19 kids & counting ngga Rik?

    Kalo soal poligami dan Mormonism sih gue nggak tau banyak, not well researched tapi di Amrik sini imagenya memang kurang bagus. Apalagi tentunya poligami ini kan sangat anti feminis. Nonton nggak yg show dimana mereka pergi ke universitas utk panel tanya jawab dgn anak2 kuliahan dan dosen di Boston yg notabene sangat liberal itu. Tp sama ky elo, gue berusaha utk gak nge judge, ya namanya orang lain pilihan hidupnya. Maybe polygamy works for Kody and his wives. Bagi gue pribadi sih, selama para istri itu merasa diperlakukan secara adil dan bener2 tulus bahagianya, ya udah. Merem aja kalik ya eike, secara it’s not my life dan gue jg ngga tau rasanya gimana di(insert number here)-in gitu. Tp kalo eike sendiri… ogah bener dipoligamikan.. hehe. Ngga kebayang, gue orgnya terlalu jealousan, hihihi.

    Eh btw, baru2 ini TLC ada show baru lho, cukup menarik juga judulnya Muslims in America. Cobak2 gugel deh, gue suka tuh, maybe you’ll find it interesting as well.

    Salam kenal ya btw, eh waktu itu udh pernah komen sih di postingan terakhir cerita percintaan lo & Mikko. hihihi. Sori komennya jd lebih mirip essay begini.

    1. Gue cinta banget TLC. Seharian bisa betah nongkrong depan tivi sampe lupa punya anak. Sister wives, kitchen boss, cake boss, rich bride poor bride, dan tentunyaaaaaaaaaa say yes to the dress. Asliiii cinta banget sama yg terakhir ini. Tapi cuma sebulanan kemarin itu aja gue nontonnya pas lagi promo gratis di TV, kalo mau nambah channel harus bayar 10 euro per bulan….aku tak relaaaaaa

      Kayanya image poligami dimana-mana mah emang kurang bagus ya, kecuali mungkin di negara2 arab sana dimana kejadiannya udah jamak banget. Di Indonesia pun kebanyakan orang yang poligami diem-diem aja padahal gak dilarang oleh hukum. Gue belum pernah sih ketemu orang yang poligami, kagak ada yg mau ngaku kali ya, jadi penasaran juga gimana reaksi gue kalo ketemu sama pelakunya. Tapi gue memang suka tertarik aja sama gaya hidup yang beda walopun ya pasti gue sendiri ogah bener di poligamiin, lha kerjaan gue ngecekin email suami gini yaaaa. Posesif abessss….

      Gue denger tuh tentang Muslims in America di websitenya TLC, tapi TLC sini beda…gak semua yang tayang di US main di sini. Sister wives ini aja masih pertengahan season ke 2 di sini, akhirnya gue marathon online streaming sampe abis karena penasaran.

      Ini komen essay berbalas essay

      1. eh koreksi, maab, ternyata judulnya All American Muslims. Lo klo streaming biasa website apa Rik? (kalo kepepet pas lg nagih donlod lewat torrent aje.. hehehe) *nyetanin*

        Laki gue pernah tuh katanya ketemu seorang suami beristrikan dua bini. Kata dia sih keliatannya mereka bener2 hepi gitu. Si dua bini ini juga katanya “saling mencintai satu sama lain” dan “also married to each other as wives”. Nah kalo ini keknya udh masuk ke kategori polyamorous kali ya? Soalnya klo poligami kan istri2nya tidak “berhubungan” and are not married to each other in that manner. Entah knp kedengerannya ide polyamorous ini sepertinya lebih gender equal daripada poligami.

        Mnrt gue sih feminisme peranannya besar dlm membuat image poligami jd negatif. Kalo di daerah Arab sono normanya masih lebih condong ke patriarki kali ya.

        Say Yes to the Dress is awesomeeee. Nothing like a bunch of privileged girls getting all dramatic and worked up over a dress.. haha emang perempuan kayaknye naturally wired to drama 😀 Gue suka bener ama si Randy, kalem banget dan cara dia ngehandle customersnya .. i likeee,

        1. Gue streaming biasanya di fastpasstv.ms, tinggal ketik aja judul film/serial yg kita mau apa di search box nya.
          Gue jarang donlod torrent, udah ga ada space di komputer tua jebot gue ini, lebih suka streaming.

          Eeehhh…eeehhh…eehhhhh, gue baru denger istilah polyamourous ini. Langsung mangap mulut gue dengernya. Ini mah complicated banget dan…hmm…aneeeh, walopun…emang sih seperti kata lo it sounds fair both for the women and the man. But yaaahh…as long as the’re happy and not hurting anyone…silahkan aja deh.

          Seperti yg disebut2 di Sister Wives waktu mereka berkunjung ke Boston, mereka takut banget ketemu para feminis yang kemungkinan besar bakal judgemental banget sama gaya hidup mereka. Tapi gue sih ngerasanya emang dengan poligami begini gender role jadi terkotak-kotak banget, yg cowo punya kesempatan lbh besar buat bergerak (ya iya lah, rumahnya 4) sementara para istri harus berjibaku sama urusan rumah dan anak sendirian sementara si suami lagi nangkring di rumah yang lain. Belon lagi dengan segitu banyaknya anak, dan cuma satu bapak pastinya peran suami sebagai seorang ayah, to each child, jadi sedikit banget. Kembali deh anak-anak jadi urusan ibunya. Well, ini pendapat gue aja sih. Gue yakin Kody en de geng pasti punya pendapat berbeda soal ini.

          Tau gak siiiiiih, gue jadi streaming Say Yes to the Dress tiap hari dari websitenya kleinfeld, trus rajin mantengin koleksi gaun2 pengantinnya. Duuuuhh, kalo nonton ini emosional banget deh, kadang suka kelepasan teriak “jeleeeeeeekk…jeleeeeeekkkk…” kalo ada pengantin yg salah pilih gaun. Kalo gaunnya bagus sampe ikut tahan nafas liatnya. Dan gue kagum banget sama fashion sensenya Randy. Mantap punya. Gaun-gaun yg dia pilih pasti pas banget buat pengantinnya. Spot on abis deh. Gue sampe obses gini ketemu Randy dan minta dipilihin gaun juga.

      2. Waktu topik poligami muncul di kelas bahasaku, temen2 perempuan yang dari negara2 arab semua nolak poligami loh. Miriplah sama di Indo, mereka tau kenapa boleh dll, tapi mereka sendiri ga mau di poligami. Memang mereka ga bisa mewakilkan para perempuan di negara arab, cuma setidaknya jadi ngerti ga semua setuju dengan pilihan itu..

        1. Bahkan di negara2 arab, dimana poligami jamak terjadi, tetep aja cewe2 pada males dipoligamiin. Makanya nih aku sampe bengong nonton sister wives dimana perempuannya malah mendukung suami untuk berpoligami. Set daaahhhh

  2. gw dipoligami? hiiii amit amit jabang bebih *ketokketok kepala* suer deh gw gak kebayang kalo misalnya harus berbagi dengan orang lain. Sama lah gw juga pasti mikirin iiih disana dia lagi ngapain ya? aih, gw ini termasuk orang posesif.

    but anyway life is about choice, tetangga belakang rumah gw jadi istri kedua. Dulu ceritanya si istri kedua ini emang udah tinggal bertetangga dengan mereka, buntut2nya ya jadi istrinya deh. Awal-awal dulu si istri tua hampir gak mau keluar rumah, sementara si istri muda rada dikucilkan tetangga sekitarnya karena dianggap merebut suami orang.

    secara gw juga gak terlalu kenal dengan mereka jadi ya gw gak pernah tau apa yang mereka rasakan, tapi setelah beberapa tahun mulai kelihatan saling menerima, mungkin karena gak punya pilihan lain kali, terutama buat istri pertama, dia udah berumur 50 tahunan, gak kerja dan anak-anak masih kuliah. Sekarang sih dia malah sering tuh ngurusin anak-anak tirinya, jadi kata si istri muda “alhamdulilah sekarang udah jadi keluarga, anak-anak juga deket dengan Ibu (istri pertama)”. Walaupun, tetep si suami terlihat lebih sering di rumah istri muda, karena punya 3 anak yang masih kecil-kecil dari pernikahan keduanya, dan rumah si istri muda pun terlihat jauh lebih bagus daripada istri pertama.

    Enak juga jadi si suami ya, tinggal salto tiga kali udah ganti istri, salto lagi balik lagi ke tempat semula heheh.. *husss*

    Kok jadi kayak essai juga ya hihihi…

    1. Itu dia satu hal yang gue kagum dari orang2 yang sukses (atau kesannya) sukses berpoligami. Bisa tidur tenang gak tuh kalo malem. Kalo gue dijamin dah mata panda mulu setiap hari. Bangun tidur bawaannya mau ngasah golok aja pasti. Tapi istri-istri di sisterwives ini kok bisa ya normal-normal aja, gak gila, gak gantung diri, dan sepertinya cukup tidur….bener2 bisa ya ngilangin cemburu? *sembah sujud*

      Kalo menurut hukum adil kan gak boleh tuh suami ngabisin waktu lebih banyak ke salah satu istri. Salah satu elemen adil kan jumlah waktu…tapi emang susah kali yee jauh-jauh dari barang bagus.
      Kadang ada wanita-wanita yang terpaksa nerima poligami karena hidupnya udah tergantung banget sama suaminya, jadi ga berani minta cere. Sedih yaaaaa…Makanya gue penganut waham wanita harus tetep mandiri biarpun dah kawin *ngaca* *nadah tangan minta uang sama suami*

  3. gak pernah nonton sih..
    tapi waktu itu pernah liat di berita, ada keluarga poligami yang baru ngeluarin buku (duile sampe dibukukan segala.. gile gak sih)… istrinya 3, anaknya dong… 24!! huahaha gile ya… 😛

    1. ditangkep gak tuh penulisnya? Si Kody Brown ini sampe pindah dari Utah ke Las Vegas, gara-gara masuk TV dia jadi inceran polisi gitu deh.

      Salah satu yg gue gak setuju dari poligami ya itu, waktu anak sama bapak berkurang. Anak dua biji aja kalo beda lokasi/beda rumah pasti susah bagi waktunya, gimana yan segambreng gitu? Trus masalah gender role, gue rasa ya, jadi terkotak-kotak dimana urusan rumah dan anak jadi urusan perempuan sepenuhnya. Ya iyalah..bapake jarang di rumah gitu.

  4. Belum pernah nonton.. cuma sempet liat di Bones, ada kasus suami yang dibunuh salah satu istrinya gitu deh (yang ternyata semuanya kakak adik).. tapi ya kalo itu kan emang drama banget, jadinya ga keliatan deh aslinya..

    eniwei..kalau sister wives ini kan memang dari awal si suami+istri nikah mereka memang udah terbuka dengan option poligami, sampai ke keluarganya juga. Kalau di Indo mau adil, mungkin harus nyontoh gitu juga kali ya.. Pas si calon suami ngelamar, udah harus ngomong ke keluarga+calon istrinya kalau dia berencana poligami.. Jadi si istri ga bakal kayak kesamber geledek kalo suaminya tiba2 minta ijin mau nikah lagi.. 😛

    1. Iyaaa…bener banget…berasa ketipu banget kalo diawal-awal janji sehidup semati aku dan kamu, eeeeeh…tau-tau minta poligami. Samber Geledek!!!

      Kalo penganut fundamentalis mormon ini mungkin emang dari kecil udah siap mental mau berpoligami, role model disekitar mereka pun berpoligami, jadinya udah siap mental luar dalem banget deh tuh. Yang udah siap mental aja masih susah jalaninnya, apalagi yang gak.

  5. Aku pas pertama kali nonton ini pas di Amrik (dan musti pisahan ma suami setahun) nontonnya seru dan terus penasaran tiap abis nonton *walaupun dalam hati berdoa nggak putus-putus, agar suami nan jauh disana nggak aneh-aneh hehehehe…*

    Sayang, abis beberapa episode nggak sempet nonton lagi, gara-gara banyak temen bule amrik yang pada nggak mo nonton *shared TV* huhuhuhu… Mereka pada nggak suka dengan ‘poligami’ dan aliran mormon *di state tempat aku dulu tinggal, aliran ini dianggap banyak orang aliran sesat*. Baru deh inget lagi pas baca post ini.

    Wuaaa… pingin ngelanjutin lagi!! Eh sekalian deh numpang nanya, kalo streamingnya liat di website TLCnya langsung ya? 😀 Thank you, thank you… 🙂

    1. Ya ampun Chitaaaaa…lagi LDR nontonnya soal poligamian pula. Gimana gak dag dig dug itu.

      Menurut si Kody, byk org yg anggep the Mormons (dan poligaminya) ini sebagai aliran sesat gara-gara Warren Jeffs yg memang penganut Fundamentalis Mormon, tapi trus bikin sekte dan mengkultuskan dirinya sendiri sebagai Nabi. Si Jeffs juga menghalalkan kegiatan macam childbride dan wife re-assignment. Ini mah emang udah sakit jiwa banget emang. Untungnya si Jeffs udah ditangkep sekarang.

      Coba deh ke fastpasstv.ms, search sister wives, gue nonton dari situ. Beneran deh…seru.

  6. Jadi Sister Wives ini beneran soal poligaminya Mormon toh? Gue sempet liat bentar tp gue gak yakin karena AFAIK, poligami di US kan dilarang dan bisa masuk penjara. Ih berarti si Kody dan bini2nya ini hebat juga ya, berani ambil risiko.

    Btw, temen gue cerita, bonyoknya cerai waktu dia masih kecil. Gak lama, nyokapnya jadi istri kedua seorang pengusaha kaya raya. Jadi gue liat, rata-rata cewek yang mau jadi istri kesekian itu biasanya bermotif harta ya bok. Coba aja liat para seleb (artis, pelawak, etc) yang berpoligami. Biasanya mereka baru merit lagi pas udah tajir/sukses, dan penampilan bini kedua, ketiga, dst, jauuhhh lebih kece dibanding bini pertama. Padahal bini pertama lah yang setia mendampingi mereka from nobody to somebody.

    Imej jelek istri muda ini terus melekat makanya sampe ada film Guna-Guna Istri Muda segala 😛

    1. Iya beneraaann. Si Kody sendiri gak ngerasa dia melanggar hukum apapun karena by law dia cuma nikah sama istri pertamanya, yang tiga lainnya dianggap sebagai spiritual union. Tapi ternyata tetep toh dia diinvestigasi sama polisi dan akhirnya mengungsi dari Utah ke Vegas.

      Ih bener banget, imej istri muda emang gitu, cari harta, sementara suami yang berpoligami biasanya dituduh cari yg lbh mudah dan bahenol, sayangnya kenyataannya emang banyak begini yah. Apalagi kalo buntutnya pake acara rebutan harta kaya kasusnya mantan mentri dan istri mudanya yg mantan peragawati itu loh….gemesss gak sihhh???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: