Istanbul-Muenchen-Prag-Singapore-Kei Islands-Jakarta (6)

Hari yang dinantikan pun tiba, hari dimana gue harus terbang ke Kepulauan Kei. Sebelum berlibur tebak apa yang gue lakukan? Gue resign dari kerjaan gue. Yeeeaaaayyyy. Lega betul rasanya. Gue mau balik ke Indonesia aja, mau join rombongan LPT UI ke Aceh. Biarin deh gajinya kecil, kerjanya di ujung berung , yang penting gue suka.

Penerbangan gue ke Ambon berangkat dari Soekarno Hatta jam 12  malam. Sampai Ambon jam 6 pagi dan udah ditunggu Mikko di depan gate kedatangan. Mikko sendiri sampai di Ambon dua hari sebelumnya, naik kapal pelni dari Papua. Berhubung penerbangan ke Kei masih 4 jam lagi Mikko bertanya

“Mau balik dulu ke hotel gue? Lo bisa tidur di sana…tapi…errrr….kasurnya banyak kutunya”

*pingsan*

Akhirnya diputuskan untuk jalan-jalan ngiderin kota Ambon. Sempet nemenin Mikko potong rambut di sebuah salon kecil trus naik angkot ke sebuah restoran yang direkomendasikan lonely planet. Restorannya tinggi di atas bukit dengan kota Ambon dan laut biru terhampar dibawahnya. Sampe sana belon buka aja dong restorannya!!! Masih kepagian! Dengan cueknya Mikko tetep ajak gue masuk dan duduk-duduk di restoran. Ni orang kadang emang ke-PD-an deh.

Sambil menikmati pemandangan kota Ambon kami pun mulai ngobrol-ngobrol. Mikko cerita tentang rencananya ke Belanda untuk program S2nya di Universitas Leiden. Jurusannya? Indonesian Studies. Ampun dah, cinta banget apa ya sama Indonesia?

Sejak ketemu gue di Istanbul dulu, cerita Mikko, dia jadi kepikiran mau melihat Indonesia, jadi terdorong untuk belajar bahasanya, dan akhirnya jadi jatuh cinta ketika dia berkunjung di tahun 2005 yang lalu. Masih berlanjut dengan exchange program di Australia dimana dia mengambil kelas bahasa Indonesia, dan sekarang malah mau lanjut ambil program master Indonesian Studies di Belanda. Semuanya berawal dari pertemuannya dengan gue di Istanbul dulu.

“Wow”, gue bergumam “I feel so….important”

“That’s because you are” balas Mikko “my life has changed since I met you. I owe you Indonesia, and that’s one pretty big country”

Sebuah percakapan yang manis sekali dan sampai sekarang masih tersimpan di hati gue.

Siangnya kami sampai di Tual, Kei Kecil dan check-in di Dragon Inn. Penginapan yang sederhana sekali tapi untungnya di kamar ada AC. Setelah beres-beres  koper sedikit gue keluarin kemeja batik yang sengaja gue beli di mall ambasador buat Mikko. Biasa aja sih, sekedar balasan atas sekian banyak oleh-oleh yang dia pernah kasih buat gue. Ternyata orangnya seneng banget dioleh-olehin begitu, senyumnya melebar dan *cupps* diciumnya kening gue. Kedua kalinya gue kecolongan dicium Mikko. Ampun deh mas bule, nyosor kok dijadiin hobi?

Tapi diem-diem gue pun mengharapkan momen-momen romantis berduaan sama Mikko. Kebetulan waktu itu ada final piala Eropa dan gue bilang ke Mikko kalo gue juga mau ikut nonton. Padahal sih sejak kapan gue suka bola? Ngerti aja kagak bok! Tapi bayangin nonton bola malem-malem berduaan kok kayanya semriwing banget gitu, syukur-syukur kalo ada gol bisa colongan peluk-peluk bahagia.

Jam 2 pagi Mikko ngetuk kamar gue dengan muka teramat panik “Di TV hotel gak ada bolanya. Gue mau keluar ya cari tempat nonton” Haaaaaa? Mau cari dimana jam 2 malem begini? “Mau cari pos satpam” jawab Mikko sambil terburu-buru pergi. Masih dengan pakaian tidur gue pontang-panting menyusul Mikko. Tanggung jawab gue sebagai anak negri diuji di sini, kalo ni bule diculik kan gue juga yang repot nantinya.

Kamipun berjalan menyusuri kota Tual yang masih gelap gulita. Mikko jalan luar biasa cepat macam digonggongin anjing sementara gue berlari-lari di belakangnya. Di gandeng tangannya pun gak. Mana nih adegan romantisnya tanya gue dalam hati sambil bersungut-sungut.

Setelah lama jalan kaki, nyambung naik angkot, akhirnya kamipun berhasil nonton bola di sebuah warung voucher yang kecil sumpek. Impian mau nonton berduaan buyar sudah, yang ada malah nonton keroyokan  bareng pria-pria bersarung. Mending kalo gue suka bola, ini mah kagak! Nontonnya sambil terkantuk-kantuk itu.

Untungnya sampai disitu aja kekecewaan gue. Besoknya romantisme kembali mewarnai hari-hari gue (prikitiiiiiwww). Setiap hari gue dan Mikko jalan-jalan ngiderin pulau Kei Kecil naik motor. Emang sih naik motornya sambil nyabung nyawa secara Mikko gak lancar-lancar amat nyetirnya, tiap 10 meter mo jatoh ke jalan, tapi namanya pun boncengan sambil berpelukan pinggang ya…gak mungkin banget gue gak seneng. Uhuy!

Hari ke-3 kami pindah ke Savannah Cottage di tepi pantai Ohoidertawun. Di sini Mikko mulai mengeluarkan jurus-jurus mautnya, yang gue dipuja puji lah, yang bilangnya no other girl like me lah, blalablablabla bikin kepala gue mekar. Dia bilang juga ke gue bolak balik

“Ikut yuk ke Belanda, nanti kita jalan-jalan di Eropa, pasti lo seneng deh”

“Ah, Eropa mahal”

“Tinggal sama gue aja nanti, gak usah bayar”

“Males ah, ngurus visanya susah”

“Nikah sama gue aja, kan otomatis dapet visa tuh, lumayanlah gue juga dapet tenaga cuci-masak”

“Kurang azzzaaaaaaarrrrrr”

Setiap hari percakapan ini, atau lebih tepatnya gue sebut sebagai permainan, diulang-ulang terus, terutama waktu kami tinggal di penginapan Coaster di Pasir Panjang. Pantai Pasir Panjangnya sih luar bisa indahnya tapi penginapannya itu…alamaaaaak…kotornyaaaaaaa. Kasurnya berkutu, ruangannya berdebu, kamar mandinya lumutan, WCnya hitam legam. Setiap masuk ke kamar gue langsung mau nangis, Mikko pun siap menghibur dengan kalimat pembuka

“Kalo nanti lo jadi istri gueeee……..”

dan mau gak mau gue malah tersenyum

Gak sekedar dirayu dengan perkataan, Mikko juga merayu gue dengan membawa gue ke tempat-tempat indah luar bisa. Bener-bener gue gak nyangka kepulauan Kei seindah itu. Lautnya terbiru yang pernah gue liat. Pasirnya putih dan haluuuus seperti bedak. Di ajak liat gua yang di dalamnya ada danau kecil, atau ke Kafe Dolfin yang sepertinya hidup segan mati tak mau tapi lokasinya yang di atas perairan biru toska bikin gue gak mau pergi.  Bener-bener liburan kali ini melebihi ekspetasi gue yang tertinggi. Suasananya santai, pemandangannya indah, ditambah rayuan gombal siap sedia setiap saat gue butuhkan. Pantes aja perasaan gue selalu romantis-romantis gimana gituuu selama di sana.

Di hari ke 6 kami kembali ke Savannah Cottage. MEmang kami suka banget sama penginapan ini. Bersih, tepat di pinggir pantai, orang-orangnya bersahabat. Seperti biasa percakapan gombal pastinya mengalir terus dari pagi hingga malam, tapi di hari itu Mikko berkata

“Rika, I know that you think this is just a game….you and me..you coming to Leiden with me… as my wife. This is maybe a game right now, but I want you to know that one day I am gonna ask you the question and I will expect an answer from you”

Ampun dije, gue jadi salting sampe lutut gemeter. Kalo main-main mah oke aja, malih…tapi kalo serius apa mau gue kata? Kepikiran mau pacaran sama Mikko pun gak saat itu. Maklum…masih kepentok sama segala macam perbedaan yang ada di antara kami berdua.

Akhirnya gue bilang aja kok aneh banget sih kita becanda-becanda seakan besok mau kawin, pacaran aja kagak. Mending main pacar-pacaran dulu aja kali. Di sini lah awal terciptanya panggilan sayang boyfriend-girlfriend di antara kami.

Saat itu Savanna Cottage lagi penuh-penuhnya (yaa…bungalownya emang cuma 4 biji gitu loh), kami malan malam rame-rame barang pasangan Jerman dan Itali yang juga lagi berlibur panjang keliling Indonesia. Gue satu-satunya orang Indonesia di  malam itu yang ternyata juga paling awam soal negara gue sendiri. Bule-bule ini udah jalan melihat Ende, Toraja, dan bahkan tempat-tempat lain yang gue belum pernah denger sebelumnya. Semua bilang kalo Indonesia itu mengagumkan banget. Gue jadi lebih mengerti kenapa Mikko kok jadi cinta  banget travel di Indonesia ,ternyata dia bukan satu-satunya, banyak juga orang lain yang kepincut.

Tapi sungguh malam itu Mikko mejadi bintang. Macam wayang yang lagi ditanggap seluruh semangatnya keluar saat bercerita. Pengalamannya nungguin kapal Pelni yang terlambat 70 jam, naik johnson (sampan bermotor di Papua) trus johnsonnya mogok dan harus mendarat di pulau entah apa, salaman pake tangan kiri sama SBY karena tangan kanannya sibuk megang kamera, duduk di atap bis di NTT sambil godain cewe-cewe di pinggir jalan. Semua ceritanya lucu, semua ceritanya menarik, ada passion di setiap kisahnya yang bikin matanya berbinar-binar. Malam itu gue jatuh cinta. Akhirnya hati gue berkata “I can fall in love with this guy. I really can”

Besoknya sorenya kami harus kembali ke Tual jadi sehabis makan siang sebenernya gue ingin langsung berberes, tapi Mikko ngajak untuk duduk-duduk dulu di sebuah pohon besar yang ada di Savannah Cottage. “This is after all a holy tree” kata Mikko.

Menurut hikayat pohon bintangur yang ada di halaman Savannah Cottage itu memang pohon keramat. Di zaman bahula dulu suku-suku yang berperang berembuk untuk berdamai di bawah pohon itu. Mereka yang jatuh cinta dinikahkan di bawah pohon itu. Suami istri yang bercerai juga dirujukan kembali di bawah pohon yang sama. Pohon kehidupan yang oleh lonely planet dijuluki sebagai “the tree that binds relationships”

Duduk lah kami di dahannya. Gue senaaaaang sekali…lucu aja rasanya manjat-manjat naik pohon begitu. Jadi berasa anak kecil lagi. Dan memang ada banyak banget anak kecil berlompatan kesana kemari di sekitar kami. Gelantungan dari satu dahan ke dahan lain dengan keahlian seperti monyet. Asli gue kagum banget liatnya tapi Mikko malah keliatan sebel “Kapan sih anak-anak  ini pergi?” katanya dengan resah gelisah. Idiiiiiih…kenapa juga ni orang kok malah bete?

Ketika akhirnya bocah-bocah itu pergi kesampean juga kami berduaan di atas pohon. Angin semilir, ombak berdebur…mantap banget lah suasananya.

Mikko mengambil tangan gue dan berkata

“Will our toothbrushes be neighbours?”

“Heh?” bales gue gak ngerti

“Will our toothbrushes be neighbours? kata Mikko lagi

“Heh? Apaan sih? Toothbrush?” Ada apa dengan gosok gigi ya? pikir gue.

“Will our toothbruses be neighbours?” Mikko ulangi sekali lagi, sepertinya mulai nyesel naksir sama cewe budeg

Kali ini gue memilih untuk diem aja, malu juga kalo ngaku gak ngerti terus-terusan.

“Will we fight for the same blanket?” Mikko bertanya lagi

“Eh? What do you mean? You wanna sleep in my room?” Ini Mikko ngomong apa sih kok gue gak ngerti begini???

“Will you buy me my socks” lanjut Mikko, tanpa menjawab pertanyaan gue

Dan kali ini….tiba-tiba gue ngerti apa yang lagi Mikko ungkapkan

“Will I still stroke your cheek when it’s wrinkled?” katanya sambil mengelus pipi gue

“Will you marry me?” akhirnya dia bertanya.

Dan gue tersenyum. Senyum paling lebar yang pernah hadir di wajah gue sampai pipi gue sakit. Rasanya bahagiaaaaaaaaaa sekali. Terus terang gue gak tau gimana harus menjawab Mikko, gue cuma tau saat itu gue bahagia luar biasa teramat sangat.

Bermenit-menit berlalu dan gak ada satu katapun keluar dari mulut gue walaupun senyum gue gak pernah sirna

“You don’t have to answer this right now” kata Mikko “but I hope you can give me one before I go back to Finland”

Dan saat itu gue berpikir… semuanya terasa sungguh indah dan tepat saat itu. Deburan ombak di belakang gue, angin di wajah gue, langit biru di angkasa, pohon keramat ‘that binds relationships”, lamaran Mikko yang bikin gue bahagia. The only thing that is not right is not to say “yes”.

So I said yes

“Yes….I will marry you…” (dengan embel-embel if my parents agree)

Hari itu tanggal 5 Juli. Hari ulang tahunnya Mikko. Pagi-pagi gue udah kasih hadiah jam tangan buat Mikko tapi seperti yang sering dia bilang sampai saat ini “When you said ‘Yes’ to my proposal, it was the best birthday present in my life ever”

foto-foto setelah dilamar, on that tree that binds relationships (pura-puranya candid..tsaaahh)

mending juga beginilah daripada pura-pura gak liat kamera

Jadi begitulah ceritanya bagaimana gue pergi ke Kei dalam keadaan single pulang-pulang kok udah bawa tunangan aje.

foto pertama di album pernikahan kami

Puassss? Puaaaaassssss????

Ampun deh ya…gue nulis ini dibawah tekanan bener…tiap ada komen masuk minta cerbung ini dilanjutin hati gue jadi resah gelisah. Macam lagi nulis thesis dikejer deadline aja pun.

Advertisements

45 comments

  1. ya ampun si mikko romantis banget ya!!!
    kalo pas itu lu gak bilang yes sih elu kebangetan. huahahaha.

    very very nice love story… udah kayak di novel2 aja rik. mantep dah….
    semoga selalu rukun dan langgeng ya… i think you really meant to each other… 😀

  2. alhamdulillah.. akhirnya dilanjut juga.. hihihi..
    thanks ya neng..
    btw, si Mikko itu beneran kayak gitu ga sie?? hihihi *terkepo*
    cute and romantic… a very nice combination… 😀
    ayo ayo, bikin novel aja yah perjalanan cintamu dan Mikko (tssaaahhh) *maksa*

    1. Hahahahahhaha…kalo soal rayu-rayuan maut sih emang doi jawaranya. Tp yg namanya romantis kan bisa dalam berbagai bentuk, kebetulan aja gayanya Mikko agak2 Holiwut (apa Boliwut?) style. Kadang gue bilang kok ke Mikko rayuannya sekali2 diganti dong dalam bentuk ngepel rumah atau cuci baju, hihihihihihihi

  3. njrrriiiiit…MIKKO!!!! gimana cewek ga klepek2… gue yang ga demen digombalin aja mendadak klepek2 baca kata-katanya pas ngelamar…hoahahaahahahah

    Kayaknya Mikko beneran musti join @anjinggombal deh… trus nerbitin buku. dijamin laris, hahahahahahah

    1. nanti kalo ada buku judulnya “How to get a girl in 7 days” bisa jadi itu yang nulis Mikko…hahahahhahahahahaha

  4. akhirnyaaaaa…. sampe juga ke cerita jadian dan lsg bablas langsung lamaran.
    rasanya hati gw jg lsg meleleh baca rayuan/proposal Mikko.

    1. Akhirnyaaaaaa……gue bisa cuti nulis dulu.
      *pijet-pijet jari*
      *niat hiatus setaon*

  5. wow saya terkejut sekaleee, akhirnya sampe jg di cerita jadiannya ;)), makasih ya rika…..kamu emang baik sekali…terima kasih jg udah ada lanjutannya. ternyata untuk membuatmu bercerita lebih banyak harus memprovokasi orang2 utk memberikan tekanan batin huahahaha. Saya puassss sekali hhihihii

    1. hahahahaha….seperti fatamorgana rasanya liat kisah ini bisa selesai juga. Kirain harus nungguin tiga purnama dulu baru ada sambungannya (AADC mode).
      Dan ampuuuuuuunn…gak lagi2 gue nulis cerbung. Gak tahan pressurenya.

  6. Hallo Rika, salam kenal yaaa. Gw biasanya cuma jadi silent reader, tapi kali ini ga tahan buat ga komentar: OMG, Mikko romatis sekaliiiiihhh! kl seandainya dibikin buku/film, pasti fans-nya Mikko ga kalah sama si Edward Cullen!. Semoga kalian berdua grow old happily together yaa. Btw, schöne Grüße aus München 🙂

    1. Waaawwww….dari Muenchen? Gue mantan penduduk Muenchen, tepatnya Klinikum Grosshadern. Jadi kangen deh

      Kalo dibandingkan sama Edward jelas menang Mikko kemana-mana…lebih macho gitu loh, gak suka bedakan, hihihihihihihi *peace buat fansnya Edward*

  7. Huaaaaaaaaaa.. romantis bangeeeeet lamarannya…. ampe sikat gigi + kaos kaki dibawa2 juga… tapi t.o.p.b.g.t..

    Langgeng2 terus yaaa…

    1. huahahahahahahha…untung gak sekalian sutil ama ulekan disebut2 juga ya, Be

  8. Akhirnyaaa… muncul juga cerita sambungannya! Aw aw abang Mikko romantis sekali… Bagus banget itu kalimat2 yang dia pake buat ngelamar, sayang yang dilamar rada2 kurang nangkep dan mengurangi keromantisan cerita ini hahaha…

    Eh tau ga sih, begitu gue baca kalimat “the tree that binds relationship” gue OTOMATIS inget sama boyfriend-girlfriend, dan ternyata bener dibahas aja lho (walopun cuma selewatan)!! 😀

    1. HUWAHAHAHAHAHHAAHAH…inget aja lo ty. Gak mungkin lah gue perpanjang lagi di sini. Masa buka aib sampe dua kali sih.

  9. Rikaaa.. Mikko itu cowok idola banget siihh.. Laki gue manalah ngelamar pake kalimat-kalimat romantis kayak gitu. Wong ngelamar personal aja kagak.

    Ih gue brebes mili lho baca yang “Will I still stroke your cheek when it’s wrinkled?” Aku menyesal gak kawin sama buleeee… *lah enteu nyambung :P*

    1. HWUAHAHAHHAHAHAHAHAH
      IRAAAAAAAAAAA

      ketawa guling2 gue….

      tp emang ya…kenapa soal lamaran2 romantis ini kok kesannya stereotypenya bule banget ya?

      Tapi kan efeknya gue gak ngalamin dilamar formal keluarga (besar) ketemu keluarga (besar) yang berarti gak ada HANTARAN!!!! *langsung nyesek*

      1. hahahaha… toss dong ga pake lamaran+hantarannya.. 😀 *nyamberbagaibajaj*

        1. say goodbye sama sepaket body shop, underwear lucu di la senza, parfum D&G, dll…hiks

  10. hello rika..salam kenal yah, nama gw fina, gw dapet link blog elo dari temen gw yang bilang klo dia nemu blog cewe indo yang married ama org finland..alhasil gw sekarang ngintip blog elo deh..ya amploppp, gw langsung ngakak2 sendiri bacanya..lucu banget, samhaw ngingetin ama kebodohan dan ke onengan gw sendiri. Kebetulan fiance (halah!) gw org finland juga, minggu lalu baru balik dari kampung halamannya nun jauh di sana, setelah menempuh hujan dan badai dari helsinki-joutseno akhirnya gw bertemu juga dengan aite n isi nya.. 😀 anyway, di tunggu cerita2 yang lainnya yah.. 😛

    1. Halo Finaaaaaaa, artinya sebentar lagi bakalan migrasi ke sini juga dong ya. Fiancenya (ziyeeee) di Helsinki atau di Joutseno? Trus dimana nanti tinggalnya abis nikah? Main-main dong ah ke Kerava. Kalo nanti di Helsinki mah deket tuh sama gue, cuma 20 menit. Yaaah, Kerava-Helsinki mah macam Jakarta-BSD gitu loh.
      Jadi kapan nikahnya? Buruan kesini biar makin rame orang Indonesia di sini.

      Minggu lalu itu memang cuaca lagi burok-buroknya, hujan badai hampir setiap hari. Gue mendem di rumah terus jadinya, mau ke supermarket aja males. Minggu ini….lhaa..masih sama aja tuh, Fin. Gelap-gelap mulu setiap hari.

      1. insyaollohhh segera, cuma klo kata nenek2 jaman dulu klo belum pasti jangan di umbar2 bisi pamali.. 😀 rencananya mo nikah n tinggal di sini aja,soalnya dia kerja di KL . Lagian Kasian emak gw bisa nangis 7 hari 7 malam di tinggal anak cewe semata wayangnya.. tapi ga tau juga yah bu, siapa tau tuhan punya rencana lain. Atau kalaupun harus pindah ke sana, paling di Helsinki atau Lapperanta..ya ampunn Joutseno itu sepi pisan..banyakan pohonnya dari pada manusia, klo di bandingin ama Jakarta yang rame bin sengol bacok gw merasa “ahhhh akhirnya aku bisa hidup tenang” :D. Tapi gw rasa klo harus tinggal tahunan disana, bisa2 stress juga kali yah.

        Gw cuma 2 hari di Helsinki, ceritanya sih buat sightseeing, tapi kok yah malah hujan terus,hujan es pulak!, akhirnya jalan2nya cuma bentar, malah lamaan di mol..mol lagi mol lagi kayak di Jakarta ga pernah ngeliat mol *gubrak

        Satu lagi nih mba e, tau kursus bahasa finland di jakarta dimana ga? susah bener mau komunikasi ama ortunya..cuma bisa dikit2, kebanyakan body language 😀

        aduh gw seneng bgt nemu blog elo mba..banyak belajar dari sini, merasa ada temen yang senasib sepenangungan juga (makin lebay yah gw :D)

        1. Iihhh, beruntung banget siiiiiih gak harus mirasi jauh-jauh ke negara kulkas ini. Main2 sininya buat liburan aja. Gak perlu kangen bakso, KFC, siomay, sate padang, dllnya. What a life!

          Mbak e, kayanya belum ada tuh kursus bahasa finland di Indonesia, lha wong orang Finland jumlahnya cuma segelintir aja di sana. Tapi coba tanya ke kedubes Finland kali ya, siapa tau ada yg kasih private course atau buka kelas gitu. Kalo mau belajar sendiri ada kok dijual bukunya coba aja cari di booksdepository.com yang ongkirnya hratis worldwide. Dulu waktu belum pindah sini gue juga beli buku self-study finnish gitu, tapi sayang ga ada hasilnya…belon juga kelar satu halaman gue udah ketiduran duluan *maafkan aku suamiku*

          Jangan khawatir…gue yg udah 2 tahun tinggal sini juga masih blon bisa bahasanya, hihihihihihih. Mudah2an tahun depan bisa mulai ikut kursusu, soalnya mertua juga gak keminggris nih, susah komunikasinya.

          Gue langsung ngegoogle nih Joutseno. Zauuuh ya dari Helsinki. Pantes aja lebih banyak pohonnya daripada manusianya. Kalo summer udah pasti juga banyakan tupai sama kelinci dibanding manusianya. Udah deket banet sama Rusia itu ya.

        2. eehhh Finaaa…ada blog ga? mau dong baca2 ceritanya

  11. Fina Sanita · · Reply

    oalahhh..harus baca bukunya itu loh yang mls bgt, perjuangan bgt nih kyaknya..aku ngak punya blog ( haree geneee.. ) 😀 mau niat bikin sih, cuma kok yah males2an..Klo ngak add gw di FB aja mba, biar kita teteup keep in touch..siapa tau klo ntar gw maen kesana lagi bisa numpang nginep hihihihi teteup nyari gretongan.. 😀 Ini FB aku : Fina Sanita (fp_sanita@yahoo.com), poto nya yang lagi ama anjing. Soalnya banyak fina fina palsu diluar sana.. 😀

    1. laporan yah kalo ke sini lagi. Mampir-mampir Kerava lah pastinya. Tapi Mikko mah udah ngajakin balik ke Indonesia mulu, udah bosen kedinginan katanya

  12. permisi…
    mampir lagi mo baca kisah romantis yang pernah terjadi, udah berkali2 baca tetep aja terharu.. *ElapAirMata*
    perlu ditunjukin ke misua nih kayanya blog ini biar rada romantisan dikit. hihihi…

    1. aduuhh pake elap-elap air mata segala. Ini yang nulis malah gak ada terharu-harunya acan 😀

      Aaaiiih, gue baca blognya, sering jalan-jalan liburan sekeluarga….itu kan romantis juga.

  13. Baca postingan demi postingan dan terkikik dini hari bikin orang dirumah kaget..
    sukaaaaa….

    1. makasih ya baca-baca di sini

  14. haduh mas buleeee… kelepek2 gw bacanyaaa.. gw jadilo dari pertanyaan pertama dah yes jawabannya. hahaha mureeehh.. ah seru sekali sih perjalanan cinta kalian. cinta fitri mah lewaaattt..

    1. aahhh…artinya lo lebih pinter dari gue Shin. Langsung ngerti harus ngejawab apa dari pertanyaan pertama. Ngerti atau ngebet ya? Hihihihihihihi

  15. hilyah · · Reply

    sumpah artikelnya keren dan lucu bgt mirip kaya komik2 yang ada di jepang critanta tuh. so sweet. hehehe 😛
    jd pengen wkwkwk

    1. apalagi adegan manjat2 pohonnya. Jadi teringat…hhmmm…TARZAN???

  16. Mba rika,seriously g bs manggil nama sm yg lbh tua *waa,mlh menjuruus,hehe
    Awalnya cm nyari resep lasagna,jd merembet2,daaan akhirnya malah baca folder setiap bulan dari awal. Seruu dan berguna bgt mbaa,parenting,travelling smpe berkeluargaa. Aku baca yg bagian ini mesem2 mupeng gituu,pas mulai ‘will our tootbrush be neighbor?’. Lhaa jd gubrak krn mba rik ga ngeh2. Hehehe
    Sampe parhnya ak liat fb mba rika juga,liatin foto2 nikahan,hanimun,sm foto kai 🙂

    1. Seneng kok dipanggil mbak, soalnya selama di sini (Jakarta) tiap ke pasar dipanggil Bu.

      Ini gimana ya? Kok orang2 lain malah pada ngerti duluan dibanding saya yang dilamar pake sikat gigi ini? Untung akhirnya ngerti ya. Kalo gak bisa batal kawin eike.

      Huuuaaa…kamu ngestalk FBku ya…aseeeekkk…aku punya stalker. Hihihihihihi

  17. Winkthink · · Reply

    Set..kenapa gue nangis baca lamarannya Mikko ya? *nyusut aer mata

    1. sementara gue malah cengar-cengir gak pake terharu

  18. Hallo dek Rika, sama spt Fahmi Larasati,, tdnya cuma mau nyari resep lasagna yg praktis eh malah jd obrak-abrik filemu mulai dr MP trs pindah ke WP….sangat jd menyanduuu…
    Tksh lho udh memberikan kebahagiaan utk smua followermu lwt tulisan2 yg nano2, kyknya smua menikmati tuhhhh….
    Salam utk Mikko, Kai & Sami ya…smga kalian selalu sehat & happy bersama…

  19. POOOAAASSS!!! keprok keprok keprok *sosot air mata**sosok ingus**kembali bekerja*
    i wish you two, all the happiness in the world. aminnn, peluk jarak jauhhh!

  20. […] prinsip cinta produksi negri sendiri. Tapi sebenarnya, yang bikin gue setuju dinikahi si bule kan lamarannya yang dahsyat di pinggir pantai Ohoidertawun itu. Bukan karena desakan […]

  21. yaaampun mbak bagus banget sukak bacanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa hahahahaha. btw kursus bahasa inggris dulu emang dulu ? aduh suaminya mbak rika so sweettttt longlasstttttt!!!!!!!!!!!!!!!!!

  22. so sweet..ini lg ulang2 bacanya nih .

    1. so sweet banget kamu baca ceritaku sampe diulang 🙂

  23. hai mba, gue suka banget baca cerita cintanya mba rika & miko,ga bosen2, diulang-ulang bacanya tetep bikin hati gemeter terus berasa ikut romantisnya. semoga bahagia selalu ya mba keluarganya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: